Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Alasan Kesehatan: Hotman Paris Lepas Status Pengacara Eks Jampidsus Febrie, Sekarang Pakai Kursi Roda
Advertisement . Scroll to see content

China Kembangkan Kursi Roda Dapat Dikendalikan Melalui Sinyal Otak

Kamis, 01 Oktober 2026 - 12:54:00 WIB
China Kembangkan Kursi Roda Dapat Dikendalikan Melalui Sinyal Otak
China mengembangkan teknologi kursi roda yang dapat dikendalikan melalui sinyal otak. (Foto: AiMOGA BCI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA iNews.id - China mengembangkan teknologi kursi roda yang dapat dikendalikan melalui sinyal otak. Teknologi ini mereka tunjukkan dalam ajang Global Brain-Computer Interface × Medical Insurance Innovation Scenario Competition 2026 di Hangzhou, Tiongkok. 

Dalam kompetisi tersebut, kursi roda AiMOGA BCI tampil sebagai juara kategori Mind-Driven Wheelchair Challenge. Kursi roda pintar ini dapat menyelesaikan lintasan dalam waktu 2 menit 16 detik, unggul 17 detik dari posisi kedua. 

Dalam kategori tersebut, peserta menggunakan perangkat perekam sinyal electroencephalography (EEG) dan mengendalikan kursi roda menggunakan otak untuk menyelesaikan lintasan yang telah ditentukan. Waktu penyelesaian menjadi indikator utama penilaian.

Head of Brain-Computer Interface AiMOGA Robotics, Xie Yuyang mengatakan, unit yang digunakan dalam kompetisi dibawa dari Wuhu, Provinsi Anhui, ke Hangzhou dan kemudian disesuaikan dengan lingkungan serta persyaratan kompetisi.

Fitur penghindaran rintangan berbasis LiDAR dan navigasi peta dinonaktifkan sesuai aturan kompetisi. Hasil tersebut menunjukkan kemampuan produk dalam menangkap sinyal EEG, mengenali perintah, dan mengendalikan gerak kursi roda pada tugas yang diuji dalam kompetisi. 

“Tujuan awal kami mengembangkan teknologi ini adalah untuk memberikan kemudahan dan membuka lebih banyak kemungkinan bagi penyandang paraplegia tingkat tinggi, orang yang mengalami stroke, serta orang dengan gangguan mobilitas lainnya,” ujar Xie Yuyang, dalam keterangan pers Kamis (1/10/2026).

Bagaimana cara kerja dari teknologi ini? AiMOGA BCI menggunakan sistem perekaman sinyal EEG yang bersifat non-invasif dengan delapan kanal. Setelah mengenakan perangkat EEG, pengguna memusatkan perhatian pada berbagai perintah arah yang ditampilkan melalui layar.

"Sistem kemudian mengenali sinyal EEG yang sesuai dan menerjemahkannya menjadi perintah maju, mundur, kiri, kanan, dan berhenti," kata Xie Yuyang. 

Menurut AiMOGA, sistem tersebut memiliki tingkat akurasi pengenalan perintah EEG lebih dari 95 persen, dengan waktu latensi pengenalan kurang dari 3 detik. Penggunaan sinyal EEG memberikan pilihan kendali bagi orang yang memiliki keterbatasan gerak pada tangan atau anggota tubuh, tetapi tetap sadar dan mampu memahami instruksi.

“Pengguna hanya perlu memusatkan perhatian pada tombol arah yang ditampilkan di layar untuk mengendalikan pergerakan kursi roda tanpa menggunakan tangan,” ujar Xie.

Untuk penggunaan di luar kompetisi, AiMOGA BCI dilengkapi dengan LiDAR dan depth cameras yang mendukung fungsi navigasi berbasis peta, mendeteksi rintangan, serta mampu menghindari rintangan.

Tersedia pula kendali melalui layar sentuh, tombol berhenti darurat, serta fungsi pengambilalihan kendali secara manual, sehingga menyediakan berbagai opsi kendali untuk berbagai skenario penggunaan.

Diketahui, kompetisi tersebut diselenggarakan National Healthcare Security Administration of China dan Pemerintah Provinsi Zhejiang. Ajang ini diikuti 415 tim dari dari berbagai wilayah di China, serta sejumlah negara lain, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Singapura. 

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut