Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : CVSKL Malaysia Pakai Teknologi Mutakhir LithiX untuk Atasi Masalah Jantung
Advertisement . Scroll to see content

Dampak Teknologi pada Tubuh Manusia: Leher Cacat hingga Siku Tertekuk 90 Derajat

Sabtu, 05 November 2022 - 16:06:00 WIB
Dampak Teknologi pada Tubuh Manusia: Leher Cacat hingga Siku Tertekuk 90 Derajat
Dampak Teknologi pada Tubuh Manusia (Foto: Teslariu Mihai/Unsplash)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Teknologi dapat mengubah postur tubuh di masa depan. Penelitian TollFreeForwarding.com mengungkapkan fakta tersebut. 
   
Menghabiskan sepanjang hari di kursi, membungkuk di atas keyboard, atau terus menatap layar smartphone dapat menyebabkan punggung bungkuk. Di masa depan pun manusia disebut memiliki siku 90 derajat, tengkorak lebih tebal, dan leher cacat. TollFreeForwarding.com menyebutnya Sindrom Mindy. 

"Menghabiskan berjam-jam menatap smartphone membuat leher tegang dan membuat tulang belakang tidak seimbang," kata Caleb Backe, pakar kesehatan dan kebugaran di Maple Holistics, dikutip Metro.

Oleh karena itu, kata Backe, otot-otot di leher mengeluarkan upaya ekstra menopang kepala. Duduk di depan komputer selama berjam-jam berarti tubuh ditarik keluar di depan pinggul dibanding ditumpuk lurus dan sejajar. 

Dalam penelitian dikatakan seiring berjalannya waktu, jari-jari tangan manusia bisa berubah karena sudah terbiasa menggenggam smartphone. Kondisi ini disebut text claw atau cakar teks. Kelainan ini terjadi jika manusia secara konsisten mencengkeram smartphone secara terus-menerus.

Dr. Nikola Djordjevic dari Med Alert Help mengatakan cara memegang smartphone dapat menyebabkan ketegangan pada titik kontak tertentu, sehingga menyebabkan "cakar teks". Masalah ini juga menyebabkan siku para penderita sindrom Mindy di masa depan tertekuk 90 derajat. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut