Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sebentar Lagi Ada Hujan Meteor Geminid di Langit Indonesia, Catat Tanggalnya!
Advertisement . Scroll to see content

Dentuman Misterius di Langit Bisa Disebabkan Lapisan Inversi Atmosfer

Senin, 08 Februari 2021 - 14:16:00 WIB
 Dentuman Misterius di Langit Bisa Disebabkan Lapisan Inversi Atmosfer
Dentuman Misterius di Langit Bisa Disebabkan Lapisan Inversi Atmosfer (Foto: Unsplash)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Masyarakat belakangan ini kerap melaporkan adanya dentuman misterius dari langit. Dentuman-dentuman misterius itu dilaporkan terjadi di Buleleng, Lampung, dan Malang. 

Menurut Tim Reaksi Analisis Kebencanaan (TREAK) dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), selain karena adanya benda ilmiah yang masuk atmosfer, fenomena dentuman tersebut bisa juga muncul akibat adanya lapisan inversi di atmosfer.

Lapisan inversi adalah lapisan atmosfer yang hangat dan berada di atas lapisan atmosfer yang dingin. Pada kondisi normal, suhu atmosfer turun bersama ketinggian, sehingga lapisan atmosfer yang dingin berada di atas lapisan atmosfer yang hangat.

"Namun, pada lapisan inversi terjadi sebaliknya, di mana lapisan atmosfer yang hangat berada di atas lapisan atmosfer yang dingin, karena itu disebut inversi (terbalik)," jelas TREAK, dalam keterangan resminya, Minggu (7/2/2021).

Lapisan inversi biasa terjadi pada malam dan dini hari, karena udara di dekat permukaan mendingin (pendinginan radiatif), sementara udara di atasnya tetap hangat.

Lapisan inversi juga dapat terjadi karena aliran udara hangat atau dingin (adveksi) dan bertemunya udara hangat atau dingin (front). Lapisan inversi merupakan sesuatu yang biasa dan normal terjadi dalam dinamika atmosfer.   

Inversi dapat terjadi di dekat permukaan hingga lapisan batas sampai dengan 5 km, bahkan terjadi pada ketinggian sekitar 17 km (tropopause), dan luasnya bervariasi dari skala lokal hingga regional.

Lapisan inversi menahan pengangkatan udara ke atas (konveksi), sehingga dapat mengakibatkan terkumpulnya energi di dekat permukaan dan dilepaskan dalam bentuk thunderstorm yang kuat.

Lapisan inversi juga dapat menyebabkan cuaca yang berkabut dan menahan polutan berada di dekat permukaan. Selain itu, juga dapat membuat suara yang dipantulkan atau dibelokan sampai ke tempat yang lebih jauh.  

Sebetulnya tidak ada bukti suara yang dipantulkan lapisan inversi dapat memecahkan kaca. Keberadaan lapisan inversi juga perlu dibuktikan dengan data, misalnya dari pengukuran radiosonde (alat pengukur profil vertikal atmosfer yang diterbangkan balon) atau alat lainnya.

Energi suara yang merambat akan mengalami pelemahan yang cepat bersama jarak, apalagi jika mengalami pemantulan, di mana sebagian besar energi akan diserap atau diteruskan.

"Untuk memecahkan kaca diperlukan energi suara yang cukup kuat, shock, blast, atau proses resonansi dengan frekuensi yang tepat," tambah TREAK. 

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut