Di Luar Perkiraan, Matahari Bakal Capai Titik Maksimum Lebih Awal
JAKARTA, iNews.id - Siklus Matahari akan mencapai puncaknya lebih awal dari perkiraan. Bintang di pusat Tata Surya akan mencapai titik maksimum Matahari sebelum perkiraan puncak berikutnya.
Sebelumnya, aktivitas Matahari diyakini mencapai puncaknya sekitar Juli 2025. Namun, perkiraan baru menunjukkan puncak Matahari terjadi jauh lebih awal dari perkiraan.
Karena aktivitas Matahari mempunyai dampak yang berbeda terhadap Bumi dan teknologi, penting untuk memahami mengapa hal ini terjadi.
Para ilmuwan mengandalkan perkiraan informasi ini untuk mencoba mencari tahu kapan hal itu terjadi, sehingga dapat membuat rencana untuk mengatasinya.
Misalnya, mengetahui kapan titik maksimum Matahari akan tiba berarti kita dapat lebih mempersiapkan diri menghadapi peningkatan aktivitas Matahari, yang dapat memberikan efek berbeda pada sinyal GPS dan radio.
Oleh karena itu, memahami kapan solar maksimum terjadi dan mengapa hal itu mungkin terjadi lebih awal sangatlah penting. Karena model ilmiah tidak sejalan dengan apa yang dilihat, para ilmuwan mungkin perlu mengubah cara mereka menafsirkan data yang dikumpulkan dari Matahari.
Alih-alih terjadi pada Juli 2025, perkiraan alternatif baru yang diterbitkan oleh tim ilmuwan yang dipimpin oleh Robert Leamon dan Scott McIntosh dari NASA menyatakan siklus tersebut akan mencapai puncaknya setahun sebelumnya, pada pertengahan hingga akhir 2024.
Lebih lanjut, perkiraan tersebut menunjukkan aktivitas bintik Matahari di permukaan akan menjadi dua kali lipat prediksi resmi. Sejauh pengamatan yang sedang berlangsung, aktivitas Matahari saat ini tampaknya mendukung perkiraan alternatif ini, kata para peneliti dalam sebuah postingan di The Conversation.
Jadi mengapa perkiraan ini sangat berbeda? Sebagian besar hal ini bergantung pada model yang digunakan untuk menentukan kapan siklus Matahari berakhir.
Editor: Dini Listiyani