Fenomena Awal Desember 2021: Ada Gerhana Matahari Total dan Bulan Baru Super
JAKARTA, iNews.id - Tak terasa Bulan sudah berganti. Di Bulan terakhir tahun ini, ada sejumlah fenomena astronomi yang cukup menarik, tak kalah dengan fenomena astronomi yang terjadi sebelumnya.
Setidaknya ada delapan fenomena astronomi yang akan terjadi pada pekan pertama Desember 2021. Berikut ini kumpulan fenomena tersebut sebagaimana dikutip dari halaman edukasi LAPAN.
Konjungsi Tripel Venus-Saturnus-Jupiter (1-4 Desember)
Awal Desember disambut dengan tiga planet yang berkonjungsi tripel di langit senja yakni Venus, Saturnus, dan Jupiter. Fenomena ini terjadi selama empat hari mulai dari 1-4 Desember dan dapat disaksikan sejak awal senja bahari selama 2,5 jam dari arah Barat Daya.
Okultasi Mars oleh Bulan (3 Desember)
Okultasi Mars oleh Bulan adalah fenomena astronomi saat Mars melintas di belakang Bulan sehingga tampak tertutupi Bulan. Hal ini dapat terjadi karena jarak Mars ke Bumi lebih jauh dibanding jarak Bulan ke Bumi.
Konjungsi Bulan-Mars (3 Desember)
Orang-orang yang ada di wilayah yang tidak mengalami okultasi Mars dan Bulan, dapat menyaksikan konjungsi Bulan-Mars. Puncak konjungsi Bulan-Mars terjadi pada 3 Desember pukul 07.28 WIB/08.38 WITA/ 09.38 WIT dengan sudut pisah 0,4 derajat.
Gerhana Matahari Total di Antariksa (4 Desember)
Sejak pukul 07.03-08-04 Universal Time, wilayah Antartika yang terkena umbra Bulan akan mengalami Gerhana Matahari Total dengan durasi totalistas antara 90-116 detik. Lebar umbra Bulan di permukaan Bumi bervariasi antara 421-450 km.
Gerhana Matahari Total kali ini merupakan yang ke-13 dari 70 gerhana dalam seri Saros ke-152. Gerhana Matahari Total di Antartika dalam seri Saros 152 sebelumnya pernah terjadi pada 23 November 2003 dan akan terjadi kembali pada 15 Desember 2039 dan 26 Desember 2057.
Bulan Baru Super (4 Desember)
Bulan Baru Super adalah fase Bulan Baru yang waktu kejadiannya berdekatan dengan saat Perige Bulan. Bulan baru kali ini terjadi pada pukul 14.43.03 WIB dengan jarak geosentrik 356.805 km dan lebar sudut 33.49 menit busur.
Konjungsi Kuartet Bulan-Venus- Saturnus-Jupiter (5-10 Desember)
Setelah sebelumnya selama empat hari Venus berkonjungsi triple dengan Saturnus dan Jupiter sejak 5 Desember, Bulan ikut berkonjungsi dengan Venus, Saturnus, dan Jupiter, lalu membentuk kuartet yakni empat benda yang secara visual tampak berdekatan maupun segaris.
Puncak Hujan Meteor Phoenicid (6-7 Desember)
Phoenicid adalah hujan metoer yang titik radiannya berada di konstelasi Phoenix dekat bintang Alfa Eridani konstelasi Eridanus. Hujan meteor ini bersumber dari sisa debu komet 289P/Blanpain yang mengorbit Matahari selama 5,18 tahun.
Puncak Hujan Meteor Puppid-Velid (7-8 Desember)
Puppid-Velid adalah hujan meteor yang titik radian konstelasi Vela ang berbatasan juga dengan konstelasi Puppins. Hujan meteor ini bersumber dari sisa debut Komet 96P/Machhoiz yang mengorbit Matahari dengan periode 1,93 tahun.
Editor: Dini Listiyani