Gak Nyangka, Manusia Mengubah Kemiringan Bumi Dalam 30 Tahun Terakhir
JAKARTA, iNews.id - Kemiringan Bumi berubah hampir 80 cm antara 1993 dan 2010. Manusia disalahkan atas perubahan yang terjadi pada Bumi.
Studi baru yang diterbitkan di jurnal Geophysical Research Letters mengungkapkan alasannya. Menurut para peneliti di belakangnya, manusia telah memompa 2.150 gigaton air tahan dari Planet Bumi, sehingga menyebabkan kemiringannya berubah.
Meskipun informasi dari penelitian mengkhawatirkan dan menimbulkan lebih banyak pertanyaan tentang bagaimana umat manusia berkontribusi terhadap masalah perubahan iklan, perkiraan yang dibuat peneliti sangat sulit divalidasi.
Salah satu cara untuk memvalidasi temuan ini terletak pada rotasi kutub Bumi. Titik ini tempat planet berputar, dan bergerak seiring proses yang disebut gerakan kutub, sebagaimana dikutip dari BGR.
Secara keseluruhan para ilmuwan mengatakan kutub rotasi Bumi dapat bergerak berdasarkan kerak Bumi. Selain itu, distribusi air di planet Bumi dapat memengaruhi distribusi massa kerak Bumi, sehingga berperan dalam menentukan kemiringan Bumi.
Salah satu cara mudah memikirkannya dengan berpikir menambahkan sedikit beban ke gasing. Bobot itu kemudian mengubah cara bagian atas berputar. Dalam hal ini, Bumi adalah puncaknya, dan bobot yang dimainkan adalah permukaan air tanah. Dengan demikian, Bumi berputar sedikit berbeda tergantung pada bagaimana kita memindahkan airnya.
Menurut para ilmuwan, kutub rotasi ini sebenarnya banyak berubah. Namun, pergerakan dan perubahan distribusi air tanah tampaknya memiliki dampak terbesar pada apa yang disebut penyimpangan kutub rotasi. Oleh karena itu, beberapa peneliti khawatir tentang apa arti gerakan ini bagi kemiringan Bumi ke depan.
Lebih lanjut, kemungkinan perubahan pada distribusi air tanah Bumi ini juga dapat dikaitkan dengan kenaikan permukaan laut global, kekhawatiran yang baru saja kita lihat berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Penelitian juga menunjukkan upaya memperlambat laju penipisan air tanah dapat mengubah perubahan kemiringan Bumi yang terlalu banyak, tetapi hanya jika upaya konservasi dipertahankan selama beberapa dekade.
Editor: Dini Listiyani