Gantikan Ceres, Asteroid Hygiea Bisa Jadi Planet Kerdil Terkecil di Tata Surya
CALIFORNIA, iNews.id - Asteroid Hygiea memiliki syarat sebagai planet kecil. Bahkan, Hygiea dapat mencuri title sebagai planet kerdil terkecil di Tata Surya ini.
Para astronom telah menangkap high-resolution imagery dari Hygiea, batu terbesar keempat di Asteroid Belt. Asteroid terlihat berbentuk bulat.
Bentuk bulat adalah penanda planet kerdil yang cukup penting. Asteroid mempunyai berbagai bentuk, tapi planet kerdil berbentuk bulat menunjukkan mereka memiliki massa yang cukup untuk gravitasinya sendiri menariknya ke dalam bentuk saat ini.
Dikutip dari Space, Rabu (30/10/2019), Hygiea sudah memenuhi persyaratan lain untuk klasifikasi planet kerdil, yakni mengorbit matahari, bukan bulan yang mengorbit planet lain, dan belum membersihkan objek lain dari orbitnya sendiri.
Seperti dikatakan sebelumnya, Hygiea mempunyai ukuran kecil. Tim astronom yang dipimpin oleh peneliti Pierre Vernazza dari Laboratoire d'Astrophysique de Marseille dari Prancis membatasi ukuran Hygiea.
Peneliti memperkirakan diameter Hygiea hanya lebih dari 267 mil (430 km). Sebagai perbandingan, Hygiea kurang dari seperlima lebar sepupunya yang paling terkenal yakni Pluto. Pluto memiliki diameter sekitar 1.491 mil (2.400 km).
Sementara itu, Ceres pemegang title planet kerdil terkecil hingga sekarang diameternya hampir 590 mil (950 km), lebih besar dari Hygiea sekitar 520 km.
Sebelum Hygiea dapat secara resmi ditingkatkan statusnya menjadi planet kerdil, International Astronomical Union, kelompok astronom yang sama dengan pembuat Pluto menjadi planet kerdil, harus meninjau semua bukti dan mengambil suara.
"Berkat gambar-gambar ini, Hygiea dapat direklasifikasi sebagai planet kerdil, sejauh ini yang terkecil di Tata Surya," kata Vernezza dalam pernyataan dari European Southern Observatory (ESO), yang mengelola instrumen Spectro-Polarimetric High-contrast Exoplanet Research (SPHERE) dan menghasilkan high-resolution imagery dalam studi.
SPHERE berada di atas Very Large Telescope (VLT) di ESO Paranal Observatory yang terletak di Chili. Berkat VLT dan instrumen adaptive-optics SPHERE, sekarang dapat dicitrakan asteroid sabuk utama dengan resolusi yang belum pernah terjadi sebelumnya, menutup celah antara pengamatan misi berbasis bumi dan antarplanet.
Editor: Tuty Ocktaviany