Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Aksi Pria Santai Curi Paket Kurir Depan Anak-Istri di Kalibata
Advertisement . Scroll to see content

Gara-Gara Iklim Memanas, Separuh Danau Terbesar Dunia Kehilangan Air

Sabtu, 27 Mei 2023 - 08:25:00 WIB
Gara-Gara Iklim Memanas, Separuh Danau Terbesar Dunia Kehilangan Air
Danau Dunia Mengering (Foto:Claudia Chiavazza/Unsplash)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Lebih dari separuh danau dan waduk terbesar di dunia sekarang menampung lebih sedikit air dibanding tiga dekade lalu. Sebagian besar disebabkan iklim yang memanas dan konsumsi air manusia.

Dikutip dari Live Science, danau dan waduk menyimpan 87 persen air tawar cair di permukaan Bumi. Tapi, penelitian baru yang menggunakan pengamatan satelit bersama dengan data dan pemodelan iklim menunjukkan 53 persen danau dan waduk terbesar di dunia sekarang menyimpan air secara signifikan lebih sedikit dibanding 1992. 

Jumlah total air hilang diperkirakan mencapai 144.5 mil kubik atau setara dengan volume 17 Danau Meads. Sekitar seperempat danau dan waduk yang sekarang menyimpan lebih banyak air  dibanding 1992. 

Para peneliti juga menemukan seperempat populasi dunia hidup di cekungan danau yang mengering. Penelitian sebelumnya cenderung menunjukkan pola daerah kering menjadi lebih kering dan daerah basah menjadi lebih basah karena dampak perubahan iklim semakin menonjol. 

Namun studi baru, yang diterbitkan 18 Mei di jurnal Science, menemukan danau mengering di daerah tropis yang lembab dan gersang.

“Ini menunjukkan tren pengeringan di seluruh dunia lebih luas dari yang diperkirakan sebelumnya,” kata penulis utama studi Fangfang Yao, seorang peneliti iklim di University of Virginia kepada Live Science.

Yao mengatakan penelitian itu dilatarbelakangi krisis Laut Aral di Asia Tengah, yang merupakan danau terbesar keempat di dunia sebelum mulai mengering pada 1960-an. Pada 2014, NASA merilis citra satelit yang menunjukkan bagian timur Laut Aral Selatan telah hilang.

Lebih sedikit air di danau berarti hanya sedikit yang tersedia untuk konsumsi manusia. Ekosistem danau juga tak baik-baik saja, dengan populasi ikan dan burung yang bermigrasi terancam saat air surut. Saat danau garam mengering, dasar danau yang baru terbuka dapat menjadi sumber badai debu beracun yang merusak tanah di sekitarnya dan menyebabkan masalah kesehatan.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut