Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kenapa Katak Bersuara Nyaring Setelah Hujan? 
Advertisement . Scroll to see content

Ilmuwan BRIN Temukan Spesies Katak Baru, Hanya Hidup di Gunung Merapi

Kamis, 09 Juli 2026 - 15:04:00 WIB
Ilmuwan BRIN Temukan Spesies Katak Baru, Hanya Hidup di Gunung Merapi
Katak Philautus candrageni hanya hidup di Gunung Merapi. (Foto: BRIN)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gunung Merapi kembali menyimpan kejutan bagi dunia sains. Tim peneliti berhasil mengidentifikasi satu spesies katak baru yang hanya ditemukan di kawasan Gunung Merapi, Jawa Tengah.

Spesies tersebut diberi nama Philautus candrageni, terinspirasi dari nama kuno Gunung Merapi, Candrageni, yang melambangkan perpaduan kekuatan alam dan warisan budaya.

Penemuan ini menjadi kabar penting, karena semakin menegaskan bahwa Merapi bukan hanya dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di dunia, tetapi juga sebagai rumah bagi keanekaragaman hayati yang unik dan belum sepenuhnya terungkap.

Nama candrageni berasal dari kata candra yang berarti bulan dan geni yang berarti api. Filosofi tersebut menggambarkan perpaduan energi langit dan kekuatan vulkanik yang selama berabad-abad melekat pada Gunung Merapi. 

Spesies baru katak ditemukan di Gunung Merapi. (Foto: BRIN)
Spesies baru katak ditemukan di Gunung Merapi. (Foto: BRIN)

Karena itu, Philautus candrageni atau yang memiliki nama umum Katak-semak Merapi dipilih sebagai simbol harmoni antara kekayaan alam dan budaya yang hidup di lereng Merapi.

Penemuan spesies baru ini tidak hanya didasarkan pada perbedaan bentuk fisik. Tim peneliti melakukan pendekatan ilmiah yang lebih komprehensif melalui analisis morfologi, bioakustik, dan filogenetik molekuler.

Dari sisi bioakustik, katak ini memiliki ciri yang sangat khas. Panggilan suaranya terdiri atas tiga nada berbeda, karakter yang menjadi pembeda utama dibandingkan spesies lain dalam genus Philautus.

Sementara itu, analisis filogenetik molekuler menunjukkan adanya perbedaan genetik yang konsisten. Temuan tersebut memperkuat bahwa populasi katak di Gunung Merapi merupakan spesies baru yang berbeda secara evolusioner dari kerabat dekatnya.

Secara morfologi, Philautus candrageni memiliki ukuran tubuh relatif kecil, sekitar 1,9 hingga 2,2 sentimeter. Katak ini memiliki moncong yang lebih sempit dibandingkan spesies sejenis di Pulau Jawa, kulit yang halus, serta tungkai belakang yang relatif lebih panjang.

Menariknya, hingga saat ini spesies tersebut hanya ditemukan di kawasan Gunung Merapi. Seluruh spesimen yang berhasil didokumentasikan berasal dari zona ketinggian menengah gunung dan hidup di area perkebunan, terutama kebun kopi serta lahan budidaya lainnya.

Periset Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, Alamsyah Elang Nusa Herlambang, mengatakan pendekatan integratif yang digunakan dalam penelitian ini menjadi fondasi penting dalam memastikan status spesies tersebut.

"Melalui pendekatan integratif, mulai dari morfologi, bioakustik, hingga analisis molekuler, dapat memperkuat dasar ilmiah untuk upaya konservasi spesies di masa depan," ujar Alamsyah, dalam keterangan resmi BRIN, Kamis (9/7/2026).

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah berjudul Revisiting the Taxonomy of Javan Philautus (Anura: Rhacophoridae), with the Description of a New Species. Publikasi tersebut menambah daftar kekayaan biodiversitas Indonesia sekaligus menunjukkan masih banyak spesies endemik yang belum teridentifikasi.

Penemuan Philautus candrageni menjadi pengingat bahwa kawasan Gunung Merapi memiliki nilai konservasi yang sangat tinggi. Di tengah aktivitas vulkanik dan perubahan bentang alam, lereng Merapi ternyata masih menyimpan spesies unik yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia, sehingga perlindungan habitatnya menjadi semakin penting.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut