Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kondisi James Rodriguez usai Dilarikan ke RS setelah Kolombia Tumbang dari Prancis
Advertisement . Scroll to see content

Ilmuwan Ciptakan Hibrida Manusia-Domba, Ini Detailnya

Rabu, 21 Februari 2018 - 07:25:00 WIB
Ilmuwan Ciptakan Hibrida Manusia-Domba, Ini Detailnya
Embrio hibrida manusia-babi (Foto: Juan Carlos Izpisua Belmonte)
Advertisement . Scroll to see content

CALIFORNIA, iNews.id - Peneliti berhasil mencapai chimeric baru, menghasilkan embrio hibrida domba-manusia. Dengan begitu suatu hari bisa mewakili masa depan sumbangan organ, dengan menggunakan bagian tubuh yang tumbuh di dalam hewan yang tidak alami dan direkayasa.

Dengan tujuan akhir ini, ilmuwan telah menciptakan interspesies chimera domba-manusia pertama, memasukkan sel induk manusia ke dalam embrio domba, sehingga menghasilkan makhluk hibrida yang memiliki lebih dari 99 persen sel domba dan sedikit manusia.

Diakui, bagian manusia dari embrio yang tercipta dalam percobaan- sebelum mereka hancur setelah 28 hari- sangat kecil, namun kenyataannya menimbulkan kontroversi dalam bidang penelitian ini.

"Sumbangan sel manusia sejauh ini sangat kecil. Tidak seperti babi dengan wajah manusia atau otak manusia," kata ahli biologi sel induk Hiro Nakauchi dari Stanford University, yang menjelaskan dengan jumlah sel, hanya sekitar satu dari 10.000 sel embrio domba ialah manusia.

Penelitian ini didasarkan pada eksperimen sebelumnya oleh beberapa tim yang sama yang melihat ilmuwan berhasil menumbuhkan sel manusia di dalam embrio babi tahap awal di laboratorium, menciptakan hibrida manusia babi yang digambarkan oleh peneliti sebagai interspesies chimeras.

Ketika stereotip ilmuwan gila benar-benar muncul dan dipertanggungjawabkan dalam penelitian semacam ini, percobaan tersebut suatu saat bisa memberikan solusi unik bagi ribuan orang dalam daftar tunggu sumbangan untuk organ penyelamat jiwa.

"Bahkan saat ini organ yang paling cocok, kecuali jika mereka berasal dari kembar identik, tidak bertahan lama karena seiring berjalannya waktu sistem kekebalan terus-menerus menyerang mereka," kata salah satu tim ahli biologi reproduksi Pablo Ross dari University of California yang dikutip iNews.id dari Science Alert, Rabu (21/2/2018).

Meski masih jauh, organ yang diproduksi di interspesies chimeras bisa menjadi salah satu cara untuk menghasilkan pasokan yang cukup untuk memenuhi permintaan. Agar transplantasi bekerja, para periset berpikir, setidaknya perlua 1 persen sel embrio manusia. Artinya, langkah pertama yang ditunjukkan pada domba masih sangat awal.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut