Jarak Berdekatan, Bintang Ini Mampu Bertahan dari Keganasan Black Hole
CALIFORNIA, iNews.id - Astronom telah menemukan bintang bertahan hidup dari black hole. Kisah bintang tersebut terungkap melalui seruan X-ray.
Data dari Chandra X-ray Observatory NASA dan XMM-Newton ESA mengungkap bintang raksasa merah berkeliaran terlalu dekat dengan supermassive black hole di galaksi yang jauhnya 250 juta tahun cahaya dari Bumi.
Black hole, yang terletak di galaksi GSN 069 mempunyai mass 400.000 kali Matahari, sehingga menempatkannya di ujung skala untuk supermassive black hole. Setelah raksasa merah ditangkap gravitasi black hole, lapisan luar bintang yang mengandung hidrogen dilucuti dan meluncur menuju lubang hitam, meninggalkan intinya yang disebut white dwarf.
“Dalam interpretasi saya terhadap data X-ray white dwarf selamat. Tapi tidak luput. Kini terjebak di dalam orbit elips di sekitar black hole, melakukan satu perjalanan sekitar sekali setiap 9 jam,” kata Andrew King dari University of Leicester di Inggris yang melakukan penelitian ini yang dikutip Phys, Senin (27/4/2020).
Saat white dwarf membuat orbitnya hampir tiga kali sehari, black hole menarik material pada pendekatan terdekatnya. Detritus bintang memasuki cakram yang mengelilingi black hole dan melepaskan semburan x-ray dapat dideteksi Chandra dan XMM-Newton.
Selain itu, King memperkirakan gelombang gravitasi akan dipancarkan oleh black hole dan sepasang white dwarf, terutama di titik terdekat mereka. Lantas, bagaimana masa depan bintang dan orbitnya?
Efek gabungan dari gelombang gravitasi dan perubahan ukuran bintang karena kehilangan massa menyebabkan orbit menjadi lebih melingkar dan tumbuh. Tingkat kehilangan massa terus melambat layaknya peningkatan jarak white dwarf dari black hole.
“Bintang akan berusaha keras melarikan diri, tapi tidak ada jalan keluar. Black hole akan memakannya lebih dan lebih lambat, tapi tidak pernah berhenti. Pada prinsipnya, kehilangan massa ini akan berlanjut sampai dan bahkan setelah white dwarf menyusut ke massa Jupiter dalam waktu sekitar 1 triliun tahun. Ini akan menjadi cara yang sangat lambat dan berbelit-belit bagi alam semesta untuk membuat planet,” kata King.
Para astonom telah menemukan banyak bintang yang benar-benar tercabik-cabik oleh black hole. Tapi, ada sedikit kasus yang dilaporkan nyaris terjadi, di mana bintang tersebut kemungkinan selamat.
Dalam kasus white dwarf, King memprediksi, bintang itu memiliki massa hanya 2/10 mass Matahari. Jika white dwarf adalah inti dari raksasa merah yang sepenuhnya dilucuti hidrogennya, maka dia kaya akan helium.
Helium akan diciptakan oleh penggabungan atom hidrogen selama evolusi raksasa merah. “Luar biasa berpikir orbit, massa, dan komposisi bintang mungkin yang berjarak 250 juta tahun cahaya dapat disimpulkan,” ujar King.
King membuat prediksi berdasarkan skenarionya. Karena white dwarf sangat dekat dengan black hole, efek dari teori relativitas umum berarti arah sumbu orbit harus goyah atau precess. Goyangan ini harus diulang setiap dua hari dan dapat dideteksi dengan pengamatan yang cukup lama.
Berita Lain Bisa Dibaca di Okezone.com: NASA Bagikan Foto Asteroid Raksasa yang Lewati Bumi Pekan Ini
Editor: Dini Listiyani