Keren, Black Hole Ini Ciptakan Cincin Sinar-X Besar
CALIFORNIA, iNews.id - Astronom mengamati black hole yang tidak biasa dikelilingi cincin sinar-X yang sangat besar. Menggunakan Chandra X-Ray Observatory dan Neil Gehrels Swift Observatory, para peneliti telah menyelidiki bagaimana fenomena aneh ini terjadi.
Black hole adalah bagian dari sistem biner yang disebut V404 Cygni. Artinya, black hole memiliki bintang pendamping yang menyedot material, sebagaimana dikutip dari Digital Trends.
Saat gravitasi black hole menarik gas dari bintang dan memakannya, materi tersebut membentuk piringan di sekitar black hole. Disk ini bersinar dalam panjang gelombang sinar-X. Artinya, sistem ini dari jenis yang disebut biner sinar-X.
Tapi, sistem khusus ini tidak hanya memiliki piringan materia, dia juga melakukan sesuatu yang istimewa, mengeluarkan sembuaran sinar-X secara berkala. Semburan ini memantul dari awan debu yang terletak di antara sana dan Bumi, menciptakan cincin yang disebut gema cahaya, dengan cara mirip dengan bagaimana gelombang suara memantul dari dindin.
Untuk mempelajari fenomena ini, para peneliti mengumpulkan data dalam sinar-X dan panjang gelombang cahaya tampak, menggabungkan keduanya ke dalam gambar.
Ini menunjukkan serangkaian cincin konsentris, dengan beberap celah karena batas bidang pandang Chandra. Secara total, delapan cincin terpisah diamati.
Penemuan ini tidak hanya menarik karena dapat memberi tahu tentang lubang hitam ini. Penemuan juga dapat memberi tahu ilmuwan tentang awan debu yang terlibat, dan tentang ruang di antara V404 Cygni dan Bumi.
“Cincin memberi tahu para astronom tidak hanya tentang perilaku lubang hitam tetapi juga tentang lanskap antara V404 Cygni dan Bumi,” tulis para ilmuwan Chandra.
Misalnya, kata astronom, diameter cincin dalam sinar-X mengungkapkan jarak ke awan debu yang menghalangi cahaya yang memantul. Jika awan lebih dekat ke Bumi, cincin itu tampak lebih besar, dan sebaliknya.
"Gema cahaya muncul sebagai cincin sempit daripada cincin lebar atau lingkaran cahaya karena ledakan sinar-X hanya berlangsung dalam waktu yang relatif singkat," ujarnya.
Editor: Dini Listiyani