Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Vaksin Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan di Purwakarta, Kucing hingga Musang
Advertisement . Scroll to see content

Kucing Baru Ditemukan setelah 100 Tahun, Mirip Macan Tutul Mini

Jumat, 18 September 2026 - 09:02:00 WIB
Kucing Baru Ditemukan setelah 100 Tahun, Mirip Macan Tutul Mini
Leopardus tilcayo menjadi kucing liar spesies baru. (Foto: X)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dunia sains kembali dikejutkan dengan penemuan spesies kucing liar baru. Seekor kucing berukuran mungil yang hidup di hutan awan Yungas, Bolivia, resmi diidentifikasi sebagai spesies tersendiri setelah lebih dari satu abad tidak ada spesies kucing hidup baru yang dideskripsikan.

Kucing tersebut diberi nama ilmiah Leopardus tilcayo atau dikenal sebagai tilcayo. Penampilannya sekilas menyerupai macan tutul versi mini karena memiliki tubuh ramping dengan bulu cokelat muda yang dihiasi pola roset gelap. Namun, ukurannya justru lebih kecil daripada rata-rata kucing rumahan.

Menurut laporan National Geographic, penelitian mengenai spesies baru tersebut diterbitkan dalam jurnal Current Biology pada 17 September 2026. Analisis genetik menunjukkan tilcayo memiliki garis keturunan yang berbeda dari kelompok kucing liar lain yang selama ini dianggap kerabat dekatnya.

Berawal dari “Kucing Aneh”

Kisah tilcayo sebenarnya sudah dimulai sekitar satu dekade lalu. Pada 2016, biolog Paola Nogales-Ascarrunz mendapat laporan mengenai seekor kucing aneh di sebuah tempat perlindungan satwa liar di Bolivia.

Hewan tersebut sebelumnya ditemukan warga ketika masih kecil di sebuah jalan dekat kawasan hutan. Karena mengira anak kucing itu merupakan kucing domestik, warga tersebut membawanya pulang dan memeliharanya selama sekitar satu tahun.

Setelah diketahui bahwa hewan itu merupakan kucing liar, satwa tersebut kemudian dibawa ke Senda Verde Wildlife Sanctuary. Di tempat itulah Nogales-Ascarrunz mulai mengamati karakteristiknya secara lebih dekat.

Pada awalnya, ia menduga kucing tersebut merupakan bagian dari spesies Leopardus tigrinus, kelompok kucing liar kecil yang dikenal sebagai tiger cat. Namun, terdapat sejumlah perbedaan mencolok.

Salah satunya adalah pola roset pada tubuh yang terlihat lebih besar dibandingkan kucing sejenis yang selama ini menjadi referensi penelitian. Perbedaan tersebut kemudian mendorong para peneliti melakukan pemeriksaan lebih mendalam.

Mirip Macan Tutul, tetapi Ukurannya Mini

Secara fisik, tilcayo memang memiliki penampilan yang membuatnya mudah disangka sebagai versi mungil dari macan tutul.

Tubuhnya memiliki panjang sekitar 46 sentimeter dan berat sekitar 1,4 kilogram. Ukuran tersebut membuatnya bahkan lebih kecil daripada kucing domestik pada umumnya.

Bulu cokelat muda dengan roset gelap menjadi salah satu ciri yang paling mudah dikenali. Tubuhnya juga ramping dengan telinga kecil dan membulat.

Tilcayo merupakan bagian dari kelompok tiger cat yang tersebar di berbagai wilayah Amerika Selatan. Kelompok ini dikenal sulit dibedakan hanya berdasarkan penampilan fisik karena sejumlah spesies memiliki bentuk tubuh dan pola bulu yang sangat mirip.

Karena itulah, pemeriksaan DNA menjadi kunci untuk memastikan identitas sebenarnya.

DNA Ungkap Garis Keturunan Berbeda

Para peneliti menganalisis data genetik dari 38 kucing dalam genus Leopardus, termasuk individu hidup dan spesimen museum dari sejumlah wilayah Amerika Selatan.

Hasilnya menunjukkan bahwa tilcayo memiliki garis evolusi tersendiri. Analisis memperkirakan garis keturunannya telah terpisah dari kelompok kucing liar lain sekitar 1,4 juta tahun lalu.

Temuan tersebut memperkuat kesimpulan bahwa tilcayo bukan sekadar variasi lokal atau subspesies dari kucing yang telah dikenal sebelumnya, melainkan spesies tersendiri.

Penelitian tersebut sekaligus mengubah pemahaman mengenai kelompok tiger cat. Para ilmuwan menemukan bahwa kelompok yang sebelumnya diperlakukan sebagai satu kelompok ternyata mencakup lima spesies yang berbeda secara genetik.

Selain Leopardus tilcayo, penelitian itu juga mengidentifikasi subspesies baru di wilayah Yungas, Peru, yang diberi nama Leopardus tigrinus antisuyo.

Sudah Dikenal Warga, Baru Diakui Sains

Menariknya, tilcayo bukan berarti baru pertama kali dilihat manusia.

Masyarakat lokal di wilayah tersebut telah mengenal hewan ini dan menyebutnya tilcayo. Nama lokal tersebut kemudian dipertahankan sebagai bagian dari nama ilmiahnya.

Justru dunia ilmiah yang baru sekarang memastikan bahwa hewan tersebut merupakan spesies berbeda.

Penemuan ini juga menunjukkan bagaimana teknologi genom dapat mengungkap perbedaan evolusioner yang tidak selalu terlihat dari bentuk fisik. National Geographic mencatat bahwa analisis genom semakin penting dalam membedakan spesies yang secara kasatmata terlihat sangat mirip.

Kehidupan Tilcayo Masih Misterius

Meski sudah resmi dikenali sebagai spesies baru, ilmuwan masih memiliki banyak pertanyaan mengenai kehidupan tilcayo.

Informasi mengenai populasi, pola reproduksi, wilayah jelajah, hingga ancaman alami terhadap spesies ini masih sangat terbatas. Berdasarkan bukti awal dari kamera jebak dan analisis kotoran, tilcayo diduga lebih aktif pada malam hari dan kemungkinan memangsa hewan pengerat kecil.

Saat ini, informasi ilmiah mengenai spesies tersebut bahkan masih berasal dari jumlah individu yang sangat terbatas. Para peneliti menyebut hanya ada dua individu hidup yang telah diperiksa secara langsung, ditambah sejumlah rekaman kamera jebak.

Penemuan Setelah Lebih dari 100 Tahun

Penemuan Leopardus tilcayo menjadi perhatian besar karena merupakan spesies kucing liar hidup baru pertama yang dideskripsikan secara ilmiah dalam lebih dari satu abad.

Spesies kucing hidup terakhir yang menjadi tambahan baru dalam catatan ilmiah disebut adalah pampas cat (Leopardus fasciatus), yang dideskripsikan pada 1923. Setelah itu, tidak ada spesies kucing liar hidup baru yang secara resmi dideskripsikan hingga tilcayo.

Namun, penemuan ini bukan hanya soal menambah satu nama baru dalam daftar spesies kucing dunia. Para ilmuwan melihatnya sebagai bukti bahwa masih banyak keanekaragaman hayati yang belum sepenuhnya dipahami.

Habitat tilcayo di Yungas sendiri menghadapi tekanan akibat deforestasi, perluasan pertanian, kebakaran, dan aktivitas pertambangan. Karena populasinya belum diketahui secara pasti, para peneliti telah menyerahkan temuan tersebut kepada International Union for Conservation of Nature (IUCN) untuk menjadi bahan evaluasi status konservasinya.

Ada kemungkinan status tilcayo nantinya menunjukkan tingkat ancaman yang lebih serius setelah dinilai sebagai spesies tersendiri.

Penemuan kucing kecil yang sekilas tampak seperti macan tutul mini ini akhirnya membuka pertanyaan yang jauh lebih besar, berapa banyak lagi spesies yang sebenarnya sudah hidup di alam, tetapi belum dikenali secara resmi oleh ilmu pengetahuan?

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut