Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pesawat Luar Angkasa SpaceX Milik Elon Musk Meledak Dahsyat!
Advertisement . Scroll to see content

Masalah Sampah Antariksa Bikin Ilmuwan Pusing, Perlu Temukan Mekanisme yang Tepat

Selasa, 10 Januari 2023 - 13:30:00 WIB
Masalah Sampah Antariksa Bikin Ilmuwan Pusing, Perlu Temukan Mekanisme yang Tepat
Masalah Sampah Antariksa Bikin Ilmuwan Pusing (Foto: NASA/Unsplash)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Aktivitas manusia di luar angkasa semakin meningkat. Peningkatan aktivitas manusia di luar angkasa menyebabkan masalah baru yakni sampah antariksa yang semakin tidak terkendali. 

Diketahui jumlah sampah luar angkasa yang mengorbit di Bumi mencapai lebih dari 9.000 metrik ton hingga 2022. Sampah terdiri atas pesawat luar angkasa yang tidak berfungsi, bagian pesawat luar angkasa yang ditinggalkan, dan puing fragmentasi. 

Selain itu, uji anti-satelit China pada 2007 yang menggunakan rudal menambah lebih dari 3.500 keping puing ke antariksa. Ini belum ditambahkan dengan puting yang diakibatkan tabrakan antar satelit. 

Misalnya satelit AS Iridium 33 dan Kosmos 2251, yang bertabrakan pada 2009. Puing dari dua satelit besar itu mewakili sepertiga dari semua puing luar angkasa yang sudah diketahui. Kini lebih dari dari 25.000 objek yang lebih besar dari 10 cm diketahui ada di luar angkasa, sebagaimana dikutip dari Metro.

Sebagian besar puing orbit berada dalam jarak 2.000 km dari permukaan Bumi, dengan konsentrasi puing terbesar ditemukan di sekitar 750-1000 km. Di atas 1.000 km, puing-puing orbit biasanya akan terus beredar di Bumi selama seribu tahun atau lebih.


Artinya, Bumi dikelilingi cangkang puing, mengorbit dengan kecepatan sekitar tujuh hingga delapan km/detik. Hal ini pun membuat para ilmuwan kebingungang bagaimana mengatasi masalah sampah luar angkasa. Karena dapat menimbulkan risiko bagi manusia di Bumi. 

Puing-puing yang tertinggal di bawah 600 km biasanya jatuh kembali ke Bumi dalam beberapa tahun. Dalam 50 tahun terakhir, rata-rata satu keping puing jatuh kembali ke Bumi setiap hari. Peningkatan populasi puing-puing luar angkasa juga meningkatkan potensi bahaya bagi semua kendaraan luar angkasa, termasuk ke International Space Station (ISS).

"Kita perlu membersihkan dengan menemukan mekanisme yang tepat ketika kita meluncurkan objek ke luar angkasa, ada lebih sedikit puing," kata Sarah Al Amiri, ketua UEA Space Agensu.

Sarah juga meminta pembuat pesawat antariksa menambahkan teknologi baru. "Tapi saya yakin dengan inovasi sejati, Anda dapat menemukan teknologi baru yang saya tidak percaya ada saat ini, di mana pesawat luar angkasa akhirnya dapat mengurus dirinya sendiri," ujarnya. 

NASA telah mengeluarkan persyaratan yang mengatur desain dan pengoperasian pesawat demi mengekang pertumbuhan puing-puing orbit. Rusia, China, Jepang, Prancis, dan Badan Antariksa Eropa semuanya telah mengeluarkan pedoman mitigasi puing orbit.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut