Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Apa Itu Fenomena Supermoon yang Bikin Banjir Rob di Jakarta Utara?
Advertisement . Scroll to see content

Membedah Nama Super Blue Blood Moon

Jumat, 26 Januari 2018 - 12:20:00 WIB
Membedah Nama Super Blue Blood Moon
Bulan (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Penduduk Bumi sebentar lagi akan disuguhkan dengan pemandangan indah, yakni Super Blue Blood Moon. Fenomena itu akan bisa disaksikan oleh penduduk Bumi pada 31 Januari 2018.

Fenomena yang akan terjadi pada 31 Januari nanti terbilang langka. Pasalnya, fenomena itu baru terlihat lagi untuk pertama kalinya sejak 31 Maret 1866.

Selain karena kejadian langka, hal yang menarik perhatian karena namanya super blue blood moon. Meski namanya terdengar keren, mari break down nama itu satu per satu.

Super: supermoon terjadi saat Bulan mendekati Bumi di orbitnya-dikenal sebagai perigee- dan memiliki 14 persen lebih terang dari bulan biasanya. Ini akan menjadi supermoon ketiga dalam trilogi supermoon yang dimulai pada 3 Desember 2017.

Blue: Mengapa blue? Karena ini merupakan gerhana bulan purnama kedua di Januari.

Blood: Blood Moon terjadi saat gerhana bulan, di mana bulan tampak berwarna seperti merah darah.

Menurut program executive and lunar blogger di NASA, Gordon Johnston, cuaca memungkinkan wilayah Pantai Barat, Alaska, dan Hawaii memiliki pemandangan totalitas yang spektakuler dari awal hingga akhir.

Sementara untuk orang yang berada di zona waktu Timur atau Tengah, Johnston merekomendasikan untuk menonton dari tempat yang tinggi dengan pandangan ke Barat untuk melihat sekilas rona kemerahan bulan.

"Bagi orang di Timur Tengah, Asia, Rusia Timur, Australia, dan Selandia Baru, super blue blood moon bisa terlihat saat bulan terbit pada 31 Januari," katanya, seperti dikutip dari Fortune, Jumat (26/1/2018).

Sementara itu, sebagian besar Amerika Selatan, Afrika, dan Eropa Barat tidak akan bisa melihat gerhana bulan ini. Mereka akan memiliki kesempatan untuk melihat gerhana bulan lagi pada 28 Juli nanti.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut