Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Heboh Senator AS John Kennedy Sebut Makan Udang Beku dari Indonesia Bisa Jadi Alien
Advertisement . Scroll to see content

Menguak Rencana Baru Peneliti untuk Berkomunikasi dengan Alien

Rabu, 06 Juni 2018 - 09:10:00 WIB
Menguak Rencana Baru Peneliti untuk Berkomunikasi dengan Alien
Menguak Rencana Baru Peneliti untuk Berkomunikasi dengan Alien (Foto: Shutterstock)
Advertisement . Scroll to see content

LOS ANGELES, iNews.id - Pada konferensi International Space Development Conference, para peneliti membahas cara terbaik untuk berkomunikasi dengan alien cerdas.

Pendiri dan presiden Messaging Extraterrestrial Intelligence (METI) Douglas Vakoch mulai mengirim pesan intelijen luar angkasa pada akhir 2017. Belum lama ini, METI mengadakan workshop sehari penuh dengan tujuan menciptakan pesan yang lebih dimengerti alien.

Linguist Noam Chomsky mengatakan, jika alien mengunjungi bumi, mereka akan percaya manusia semua berbicara dalam bahasa yang sama. Dia berpendapat, tata bahasa universal menggarisbawahi semua bahasa manusia, sehingga itu akan dibedakan ke telinga alien.

"Chomsky sering mengatakan, jika seorang Martian mengunjungi bumi akan berpikir kita semua berbicara dengan dialek bahasa yang sama, karena semua bahasa terestrial memiliki struktur dasar yang sama. Tapi jika alien memiliki bahasa, apakah itu mirip dengan kita? Itu pertanyaan besar," kata Vakoch dalam pernyataannya yang dilaporkan dari Daily Mail, Rabu (6/6/2018).

Pada workshop tersebut, Jeffery Punske dari Southern Illinois University, Ian Roberts dari University of Cambridge, dan Chomsky berpendapat, karena ada tata bahasa universal di bumi, tata bahasa kemungkinan akan meluas ke bahasa luar angkasa.

Roberts dan rekannya menyatakan, proses yang disebut merge, penggabungan kata-kata individual dan mengulanginya berulang kali untuk membentuk kalimat kompleks, juga bisa ditemukan dalam bahasa alien.

Dengan mentransmisikan pesan-pesan ini ke luar angkasa, prosesnya mirip dengan matematika. Vakoch menguraikan gagasan menggunakan matematika sebagai bahasa dasar umum dalam pembicaraaan terpisah.

Namun, Gonzalo Munevar dari Lawrence Technological University berpendapat, alien memiliki otak yang berbeda dengan manusia. Oleh karena itu, tidak ada jaminan mereka akan memahami komunikasi apa pun dari bumi.

Pendekatan tradisional menggunakan matematika untuk berkomunikasi dengan makhluk luar angkasa tidak terbukti bekerja, seperti yang ditunjukkan oleh catatan emas NASA dikirim naik pesawat Voyager untuk membantu kehidupan alien memahami kemanusiaan.

Catatan-catatan NASA itu termasuk peta, gambar, dan grafik bersama dengan 117 gambar, suara paus bungkuk, salam dalam 54 bahasa, sound essay 20 menit, serta 90 menit musik.

Namun, Rebecca Orchard dan Sheri Wells-Jensen di Bowling Green State University di Ohio mengatakan catatan dapat membingungkan makhluk asing.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut