Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hari Anak Nasional 2026, PUSPADAYA Ajak Guru Jadi Garda Terdepan Cegah Bullying di Sekolah
Advertisement . Scroll to see content

MNC University Dukung Puspadaya Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Ini Tujuannya

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:57:00 WIB
MNC University Dukung Puspadaya Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Ini Tujuannya
Direktur PMB, Branding, dan Pemasaran MNC University, Muhammad Rezki Oktavianoor. (Foto: Niko Prayoga)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Upaya menciptakan Sekolah Ramah Anak dinilai tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas yang aman. Guru juga perlu dibekali pemahaman psikologi anak agar mampu mengenali karakter, kebutuhan, hingga tanda-tanda awal masalah yang dialami peserta didik, termasuk kasus perundungan (bullying).

Berangkat dari kebutuhan tersebut, MNC University mendukung langkah Pusat Layanan Perempuan, Anak, Disabilitas dan Pemberdayaan (PUSPADAYA) yang menggelar sosialisasi Sekolah Ramah Anak bagi para kepala sekolah dasar (SD) se-DKI Jakarta di Auditorium Rajawali MNC University, Jakarta Barat, Kamis (23/7/2026).

Direktur PMB, Branding, dan Pemasaran MNC University, Muhammad Rezki Oktavianoor, mengatakan keterlibatan kampus dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

"Betul, jadi Tri Dharma Perguruan Tinggi itu ada pendidikan, penelitian, pengabdian. Dan ini adalah kegiatan pengabdian masyarakat," kata Rezki.

Menurut dia, penguatan kapasitas guru, terutama dalam memahami psikologi anak, menjadi salah satu langkah strategis untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman sekaligus menekan angka bullying di sekolah.

Rezki menilai guru sekolah dasar merupakan sosok yang memiliki peran sangat besar dalam tumbuh kembang anak. Namun, tidak semua guru memiliki bekal pengetahuan psikologi yang memadai untuk mengenali kondisi emosional maupun kebutuhan khusus setiap murid.

"Pertama adalah tentang psikologi anak, karena guru SD ini buat kami adalah superhero. Mereka menguasai semua hal, tapi untuk menguasai psikologi anak itu tentu belum dikuasai oleh semua guru. Oleh karena itu kita menghadirkan psikolog untuk mengajarkan minimal mengenal lebih awal tentang gejala-gejala anak-anak berkebutuhan khusus," ujarnya.

Ia menjelaskan, pemahaman psikologi anak tidak hanya membantu guru menangani kasus kekerasan atau bullying, tetapi juga membuat proses belajar menjadi lebih efektif. Dengan memahami karakter setiap anak, guru dapat menyesuaikan metode pembelajaran sehingga tidak ada siswa yang tertinggal.

"Kalau guru tidak memahami psikologi anak, maka cara penyampaiannya akan berbeda. Ketika ada anak berkebutuhan khusus diajarkan dengan cara yang sama, maka ada anak yang akan tertinggal secara akademik kemampuannya. Jadi mengenal kebutuhan anak itu sangat penting diberikan kepada guru-guru," tutur Rezki.

Lebih jauh, MNC University menegaskan komitmennya terhadap dunia pendidikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Kampus tersebut sebelumnya telah mengirimkan mahasiswa untuk membantu proses belajar mengajar di sejumlah sekolah dasar yang masih kekurangan tenaga pengajar pada mata pelajaran tertentu.

Program tersebut difokuskan pada bidang yang kini semakin dibutuhkan sekolah, seperti bahasa Inggris dan coding. Hingga saat ini, MNC University telah menjalin kerja sama dengan 11 sekolah dasar di Jakarta.

"Kami merasa dengan hadirnya MNC University di tengah-tengah guru-guru SD hari ini, kita bisa memberikan dampak nyata. Pertama, kita sudah melakukan kegiatan menghadirkan siswa untuk membantu mengajar di sekolah-sekolah. Karena ada beberapa mata pelajaran ternyata secara kemampuan akademik gurunya belum ada, seperti guru coding," ungkapnya.

Rezki mengatakan MNC University siap memperluas kolaborasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta agar lebih banyak sekolah dapat memperoleh dukungan tenaga pendidik sesuai kebutuhan masing-masing.

"Nah, di momen hari ini, kami berharap dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta bisa memberitahu kebutuhannya apa saja. Karena saat ini kami masih 11 sekolah yang bekerja sama," ujar Rezki.

"Jadi kebutuhannya saat ini ada guru bahasa Inggris dan coding. Mungkin ada sekolah-sekolah lain yang membutuhkan pendidik lain, sehingga kami akan menyesuaikan untuk itu," tambahnya.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut