Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dikibarkan di Bulan, Bendera China Terbuat dari Material Tak Biasa
Advertisement . Scroll to see content

NASA Bikin Artemis Accords untuk Bakukan Cara Eksplorasi Bulan

Senin, 18 Mei 2020 - 11:06:00 WIB
NASA Bikin Artemis Accords untuk Bakukan Cara Eksplorasi Bulan
Misi Artemis (Foto: NASA)
Advertisement . Scroll to see content

CALIFORNIA, iNews.id - NASA membuat Artemis Accords, serangkaian standar baru mengenai cara menjelajah Bulan. Badan antariksa Amerika itu berharap negara lain akan menyetujui persyaratannya.

Artemis Accords, pertam kali dilaporkan Reuters adalah inisiatif untuk mengirim perempuan dan pria pertama berikutnya ke Bulan pada 2024. Administrator NASA Jim Bridenstine ingin mitra internasional bekerja sama dengan NASA menciptakan kehadiran yang berkelanjutan di dan sekitar permukaan Bulan.

Namun, NASA ingin semua orang berada pada halaman yang sama dalam bagaimana mereka akan berperilaku saat mencapai Bulan, sebagaimana dikutip dari The Verge, Senin (18/5/2020).

“Ketika kita pergi ke Bulan, ada kerangka dasar yang kita semua sepakati. Dan, jika Anda menyetujui kerangka itu, tentu saja, kami akan senang jika Anda menjadi bagian dari program Artemis,” kata Bridenstine.

NASA bekerja sama dengan State Department and the National Space Council untuk membuat pedoman program Artemis tersebut. Kerangka kerja internasional untuk menjelajahi luar angkasa sudah ada dalam bentuk Outer Space Treaty yang ditandatangani dan diberlakukan pada 1967.

Perjanjian ini menciptakan serangkaian pedoman mengenai bagaimana negara-negara seharusnya menjelajahi luar angkasa. Pertama, eksplorasi luar angkasa seharusnya damai.

Ada juga pembatasan siapa pun mengajukan klaim kedaulatan ke badan luar angkasa dan memastikan tidak mencemari tempat-tempat yang dijelajahi. Namun, Outer Space Treaty sengaja dibuat kabur dan Artemis Accords dimaksudkan untuk memberikan struktur yang lebih jelas.

Ide pembuatan Artemis Accords adalah membuat perjanjian tanpa melalui proses pembuatan treaty standar yang terkadang bisa lambat. Karena NASA benar-benar fokus mencapai Bulan pada 2024, kebutuhan akan kecepatan ada di sana.

“Kami tidak akan menunggu untuk menegosiasikan perjanjian yang kami pikir merupakan kepentingan nasional kami. Kami percaya kami bisa pergi ke Bulan dan menggunakan sumber daya di sana. Oleh karena itu, kami pergi ke Bulan dan menggunakan sumber daya di sana,” kata penasihat hukum luar angkasa di Secure World Foundation Christoper Johnson.

 

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut