Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hindari Kontroversi, NASA Namai Ulang Panggilan Objek Sabuk Kuiper 2014 MU69
Advertisement . Scroll to see content

NASA Deteksi Gerakan Orbital Aneh di Antara 2 Bulan Neptunus

Selasa, 19 November 2019 - 05:10:00 WIB
NASA Deteksi Gerakan Orbital Aneh di Antara 2 Bulan Neptunus
NASA deteksi gerakan orbital tak biasa Bulan Neptunus (Foto: NASA/JPL)
Advertisement . Scroll to see content

CALIFORNIA, iNews.id - NASA menemukan pergerakan tak biasa dari dua bulan Neptunus yakni Naiad dan Thalassa. Badan antariksa Amerika Serikat ini menyebut gerakan tak biasa dua bulan Neptunus sebagai 'dance of avoidance.'

Naiad dan Thalassa mengorbit terpisah hanya sekitar 1.150 mil. Tapi, mereka tidak pernah terlalu dekat satu dengan yang lain. Orbit Naiad dimiringkan dan diatur waktunya dengan sempurna.

Setiap kali melewati Thalassa yang bergerak lebih lambat, keduanya berjarak sekitar 2.200 mil terpisah. Dalam koreografi ini, Naiad berputar-putar di sekitar Neptunus setiap tujuh jam.

Sementara Thalassa, di jalur luar, membutuhkan tujuh setengah jam. Seorang pengamat yang diposisi Thalassa akan melihat Naiad di orbit yang sangat bervariasi dalam pola zig-zag, melewati dua kali dari atas, dan kemudian dua kali dari bawah.

Pola naik, naik, turun, turun ini berulang setiap kali Naiad memperoleh empat putaran di Thalassa. Meskipun tarian tarian tampak aneh, gerakan membuat orbitnya stabil.

"Kami menyebut pola berulang ini sebagai resonansi. Ada banyak jenis tarian yang bisa diikuti oleh planet, bulan, dan asteroid, tapi yang ini belum pernah terlihat sebelumnya," kata seorang ahli dinamika tata surya di NASA's Jet Propulsion Laboratory Marina Brozović yang dikutip dari Phys, Selasa (19/11/2019).

Jauh dari tarikan Matahari, planet-planet raksasa tata surya luar adalah sumber gravitasi yang dominan. Secara kolektif, mereka membanggakan lusinan bulan. Beberapa dari Bulan itu terbentuk bersama planet mereka dan tidak pernah pergi ke mana pun.

Beberapa bulan mengorbit dalam arah yang berlawanan dengan planet mereka yang berputar. Sedangkan yang lain bertukar orbit satu sama lain seolah-olah untuk menghindari tabrakan.

Neputunus memiliki 14 bulan yang dikonfirmasi. Neso, yang terjauh dari mereka, mengorbit dalam lingkarang elips liar yang membawanya hampir 46 juta mil jauhnya dari planet ini dan membutuhkan 27 tahun untuk menyelesaikannya.

Naiad dan Thalassa berukuran kecil dan berbentuk seperti Tic Tac, yang panjangnya hanya sekitar 60 mil. Mereka adalah dua dari tujuh bulan dalam Neptunus, bagian dari sistem yang penuh sesak yang terjalin dengan cincin redup.

Jadi, bagaimana mereka bisa berakhir bersama, tapi tetap terpisah? Diperkirakan sistem satelit asli terganggu saat Neptunus menangkap Bulan raksasanya, Triton, dan bulan-bulan dalam serta cincin terbentuk dari puing-puing yang tersisa.

"Kami menduga Naiad ditendang ke orbitnya yang miring oleh interaksi sebelumnya dengan salah satu bulan dalam Neptunus lainnya. Kemudian, setelah kemiringan orbitnya terbentuk, Naiad dapat menyesuaikan diri dengan resonansi yang tidak biasa dengan Thalassa ini," kata Brozović.

Brozović dan rekan-rekannya menemukan pola orbital yang tidak biasa menggunakan analisis pengamatan oleh teleskop Hubble. Karya ini memberikan petunjuk pertama mengenai komposisi internal Bulan dalam Neptunus.

"Kami selalu senang menemukan co-dependencies antara Bulan. Naiad dan Thalassa mungkin telah dikunci bersama dalam konfigurasi ini untuk waktu yang sangat lama karena itu membuat orbit mereka lebih stabil. Mereka menjaga perdamaian dengan tidak pernah menjadi terlalu dekat," ujarnya.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut