Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tragis! 3 Astronaut China Terlantar di Luar Angkasa gegara Tabrak Puing Antariksa
Advertisement . Scroll to see content

Ngerinya Perawatan Stasiun Luar Angkasa oleh Astronot: Sampah Antariksa Bisa Sebabkan Kecelakaan Fatal

Sabtu, 28 Oktober 2023 - 05:01:00 WIB
Ngerinya Perawatan Stasiun Luar Angkasa oleh Astronot: Sampah Antariksa Bisa Sebabkan Kecelakaan Fatal
Ngerinya Perawatan Stasiun Luar Angkasa oleh Astronot (Foto: NASA)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id  - China National Space Administration (CNSA) baru saja meluncurkan roket luar angkasa Long March 2F yang berisikan tiga orang astronot. Ketiga awak dikirim ke stasiun luar angkasa milik China, Tiangong.

Selain misi, kru juga ditugaskan untuk melakukan perawatan stasiun luar angkasa yang baru berusia dua tahun. Untuk kegiatan itu, ketiganya melakukan spacewalk untuk pertama kalinya di Tiangong. 

Perawatan berkala tentu bukan hal yang mudah. Berbeda dengan bagian dalam, perawatan stasiun luar angkasa yang dinamakan Extra Vehicular Activities (EVA) dilakukan dengan spacewalk atau berjalan di luar angkasa. 

Selama berjalan-jalan di luar angkasa itu para astronot diwajibkan membersihkan stasiun luar angkasa dan memperbaiki kondisi perangkat elektronik yang jadi koneksi antara bumi dan stasiun luar angkasa tersebut. Masalahnya spacewalk bukan perkara mudah.

Ada banyak hal yang membuat spacewalk hanya dilakukan para astronot bernyali besar. Mengingat, mereka tidak hanya sebentar berjalan-jalan di luar angkasa. Mereka bahkan menggunakan baju yang sangat khusus untuk melakukan perawatann stasiun luar angkasa. 
"Ini adalah momen yang sebenarnya cukup menyeramkan tapi juga mengagumkan ketika dilakukan," ujar Christina Koch, astronot NASA yang pernah mencetak sejarah di 2019 sebagai tim astronot seluruhnya perempuan pertama di dunia yang melakukan spacewalk saat melakukan perawatan stasiun luar angkasa.

Menurutnya sensasi bekerja di luar angkasa benar-benar jadi pengalaman tersendiri. Dia seolah-olah melayang-layang dalam satu bagian besar tata surya. "Itu adalah yang sangat istimewa yang tidak pernah saya lupakan," kenangnya.

Hanya saja kebahagiaan itu tidak membuat rasa waspada mereka kendor. Menurutnya ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan saat melakukan perawatan stasiun luar angkasa. Salah satunya faktor sampah luar angkasa yang ada di orbit bumi.

NASA sendiri memperkirakan terdapat lebih dari 25.000 keping puing luar angkasa berukuran panjang lebih dari 10 centimeter. Sampah luar angkasa itu sangat berbahaya karena bisa menabrak apa saja termasuk stasiun luar angkasa dan para astronot yang melakukan spacewalk.

"Serpihan sampah luar angkasa yang terbang dengan kecepatan orbit bisa membuat kecelakaan fatal jika menabrak astronot," ujar Bill Nelson, Administrator NASA.

Dari situlah kegiatan perawatan berkala perawatan satelit benar-benar sebuah kegiatan yang dilakukan dengan sangat matang. Berbagai faktor benar-benar dipertimbangkan. Termasuk kondisi sampah luar angkasa yang sangat berbahaya.

Jika memang kondisinya sangat berbahaya maka perawatan berkala mau tidak mau harus ditangguhkan. Sekecil apa pun sampah luar angkasa itu bisa berakibat fatal buat astronot.

Bahkan bukan tidak mungkin bisa membuat astronot terlepas dari stasiun luar angkasa dan menghilang di luasnya luar angkasa.

Untuk menimimalkan potensi itu NASA telah membuat lengan robot guna menemani para astronot melakukan spacewalk. Jadi potensi-potensi berbahaya bisa dihindari.

Sejak Desember 1998, diketahui NASA telah berhasil melakukan 259 kali spacewalk untuk perawatan dan perbaikan stasiun luar angkasa. Jumlah tersebut bakal bertambah lagi karena pada 30 Oktober 2023 NASA bakal kembali melakukan perawatan stasiun luar angkasa dengan melakukan spacewalk lagi.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut