Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dibanderol Rp6,4 Miliar, Begini Cara Kerja Mesin Cuci Manusia
Advertisement . Scroll to see content

OSIRIS-REx Berhasil Temukan Air di Asteroid Bennu

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:10:00 WIB
OSIRIS-REx Berhasil Temukan Air di Asteroid Bennu
OSIRIS-REx temukan air di Asteroid Bennu. (Foto: Nasa)
Advertisement . Scroll to see content

CALIFORNIA, iNews.id - Pesawat luar angkasa OSIRIS-REx tidak butuh waktu lama untuk mengumpulkan insights dari asteroid Bennu. Pasalnya, pesawat telah membantu para ilmuwan menemukan air yang terperangkap di dalam tubuh Bennu berkat spektrometernya.

Para peneliti percaya, astroid induk Bennu mengandung air cair pada satu titik dan jejak ini dibawa ke batu luar angkasa yang lebih kecil.

Mengutip Engadget, Rabu (12/12/2018), tim mengumpulkan data selama fase pendekatan OSIRIS-REx antara pertengahan Agustus dan kedatangannya pada 3 Desember. Temuan mereka juga menegaskan asteroid sesuai dengan model yang dikembangkan pada 2013.

Model yang dikembangkan pada 2013 itu secara dekat memprediksi bentuk asteroid sebenarnya, dengan diameter Bennu, tingkat rotasi, kemiringan, dan bentuk keseluruhan yang disajikan hampir mirip dengan yang diproyeksikan.

Dilaporkan dari laman NASA, satu outlier dari mode bentuk yang diprediksi ialah ukuran batu besar di dekat kutub selatan Bennu. Model bentuk berbasis darat menghitung batu ini memiliki tinggi setidaknya 33 kaki.

Kalkulasi awal dari pengamatan OCAMS menunjukkan bongkahan batu lebih dekat dengan tinggi 164 kaki dan lebar sekitar 180 kaki (55 meter).

Ada banyak pekerjaan yang perlu dilakukan NASA. Oleh karena itu, OSIRIS-REx tidak akan pergi ke orbit di sekitar Bennu hingga 31 Desember dan bahkan bisa lebih lama lagi sebelum pesawat luar angkasa mengumpulkan sampel asteroid.

Sementara itu, OSIRIS-REx sendiri tidak akan mengembalikan sampel hingga 2023. Kendati demikian, ini menunjukkan NASA memilih asteroid yang tepat dan Bennu bisa memberikan insight yang signifikan dalam pembentukan Tata Surya.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut