Penelitian Baru Ungkap Gunung Berapi Bukan Penyebab Kepunahan Dinosaurus
CALIFORNIA, iNews.id - Para ilmuwan percaya penyebab kepunahan dinosaurus bukan disebabkan oleh aktivitas vulkanik. Mereka percaya penyebab utamanya adalah asteroid yang jatuh ke Bumi.
Penelitian baru, di mana para ahli dari University College London (UCL) dan University of Southampton terlibat, berupaya untuk mengatasi perdebatan yang sedang berlangsung mengenai penyebab kepunahan Cretaceous-Paleogene (K-Pg). Mereka memperdebatkan apakah K-Pg disebabkan oleh asteroid, letusan gunung berapi, atau keduanya?
Catatan geologis menunjukkan dampak lingkungan dari letusan gunung berapi besar di India menyebabkan pembentukan batu yang dikenal sebagai Deccan Traps, terjadi 200.000 tahun sebelum peristiwa K-Pg. Menurut para ilmuwan, hal ini menunjukkan aktivitas gunung berapi tidak secara langsung berkontribusi pada kematian dinosaurus.
Sebaliknya, mereka berpendapat peristiwa K-Pg disebabkan oleh asteroid sepanjang 10 km yang jatuh di Semenanjung Yucatan, Meksiko. Peristiwa itu mengakibatkan kawah dampak Chicxulub seluas 200km.
"Sebagian besar ilmuwan mengakui peristiwa kepunahan massal terakhir dan paling terkenal terjadi setelah asteroid besar menghantam Bumi 66 juta tahun yang lalu. Tapi, beberapa peneliti menyarankan aktivitas gunung berapi mungkin telah memainkan peran besar juga dan kami telah menunjukkan bukan itu masalahnya," kata Profesor Paul Bown dari UCL Earth Science dan rekan penulis studi sebagaimana diwartakan Mirror, Minggu (19/1/2020).
Para peneliti memeriksa fosil laut kecil untuk mengetahui lebih lanjut tentang suhu lautan dan perubahan siklus karbon pada saat kepunahan. Fosil mikroskopis ini diekstrasi dari dasar laut dekat Newfoundland di Kanada, membawa catatan geologis saat dinosaurus punah yang dikenal sebagai batas K-Pg.
Tim kemudian mengembangkan model iklim yang menunjukkan efek pelepasan karbon dioksida dari letusan gunung berapi. Hasilnya menunjukkan emisi gas vulkanik terjadi 200.000 tahun sebelum peristiwa K-Pg.
"Dengan memfokuskan pada efek dari gas yang dilepaskan dibandingkan batu yang ditinggalkan oleh letusan Deccan, kami menemukan vulkanisme mulai dan berakhir jelas sebelum kepunuhan massal. Artinya, gunung berapi bukan pendorong peristiwa kepunahan massal," kata Profesor Paul Wilson dari University of Southampton dan salah satu penulis studi.
Model iklim menunjukkan aktivitas vulkanik hanya menyebabkan pemanasan global bertahap sekitar dua derajat. Jadi, pemanasan tidak memilik efek signifikan pada ekosistem laut.
"Kepunuhan K-Pg adalah massal dan ini sangat mengubah siklus karbon global. Hasil kami menunjukkan perubahan ini akan memungkinkan lautan menyerap sejumlah besar CO2 pada skala waktu yang lama, mungkin menyembunyikan efek pemanasan dari vulkanisme setelah kejadian tersebut," ujar Donal Penman, rekan pascadoktoral di Universitas Yale dan rekan penulis studi.
Para peneliti percaya gas vulkanik mungkin telah memainkan peran penting dalam membentuk kebangkitan berbagai spesies setelah kepunahan. "Vulkanisme Deccan mungkin telah berkontribusi untuk membentuk (munculnya spesies Kenozikum dan komunitas) selama kepunahan setelahnya," kata penulis.
Editor: Dini Listiyani