Penuhi Standar Keamanan, AiMOGA Mornine Jadi Robot Humanoid Pertama di Dunia Dapat Sertifikasi Uni Eropa
JAKARTA, iNews.id - AiMOGA mencatatkan tonggak baru dalam pengembangan teknologi robot humanoid. Mornine, robot humanoid yang dikembangkan AiMOGA, diklaim menjadi robot humanoid pertama di dunia yang memenuhi tiga standar dan sertifikasi Uni Eropa yang mencakup aspek hardware serta software.
Tiga standar tersebut yakni CE-MD (Machinery Safety Directive), EN 18031 (Cybersecurity and Data Protection), dan CE-RED (Radio Equipment Directive). Pencapaian ini memperkuat kesiapan Mornine untuk memasuki pasar Eropa sekaligus menjadi bagian penting dalam pengembangan robot humanoid yang memenuhi standar keamanan dan kepatuhan global.
Keberhasilan tersebut juga melengkapi sertifikasi internasional yang sebelumnya telah dikantongi Mornine, termasuk FCC (Federal Communications Commission) dari Amerika Serikat.
President of Chery International sekaligus President of AiMOGA Robotics, Zhang Guibing mengatakan, sertifikasi tersebut bukan sekadar persyaratan administratif, tetapi menjadi bagian penting sebelum robot diterapkan di dunia nyata.
"Bagi AiMOGA Robotics, sertifikasi tidak pernah sekadar menjadi tahapan administratif, melainkan menjadi awal perjalanan sebuah robot menuju penerapan di dunia nyata. Kami selalu menempatkan keselamatan, keandalan sistem operasional, serta perlindungan data sebagai prioritas utama. Keberhasilan Mornine memenuhi rangkaian standar Uni Eropa untuk aspek hardware dan software menjadi bukti komitmen kami dalam menghadirkan teknologi robotika yang dapat diterapkan dan dipercaya di berbagai kebutuhan nyata," katanya, dalam keterangan pers Senin (7/9/2026).
Penilaian terhadap Mornine dilakukan oleh TÜV Rheinland, lembaga pengujian, inspeksi, dan sertifikasi independen yang diakui secara global.
CE-MD mencakup penilaian terhadap sejumlah aspek keselamatan, mulai dari mekanis, kelistrikan hingga fungsional. Standar tersebut juga menilai desain mekanis, pengembangan sistem, serta integrasi hardware dan software.
Sementara itu, EN 18031 berkaitan dengan keamanan siber dan perlindungan data. Mornine disebut menjadi robot humanoid pertama di dunia yang memenuhi EN 18031-1:2024 untuk cybersecurity dan EN 18031-2:2024 untuk data protection.
Adapun CE-RED menguji kompatibilitas elektromagnetik serta stabilitas sinyal pada modul komunikasi. Pemenuhan standar ini menjadi salah satu faktor yang mendukung pengoperasian robot secara stabil di lingkungan komersial yang kompleks.
Selain standar Uni Eropa, Mornine juga telah mengantongi sertifikasi FCC Amerika Serikat yang mencakup ketentuan teknis mengenai frekuensi radio dan interferensi elektromagnetik pada perangkat komunikasi nirkabel.
Mornine Sudah Digunakan di Indonesia
AiMOGA menyebut berbagai sertifikasi tersebut menjadi bagian dari kesiapan perusahaan memperluas penerapan teknologi robotika di berbagai sektor. Hingga kini, produk dan solusi robotika AiMOGA telah diterapkan dalam lebih dari 100 skenario penggunaan nyata (real-world use cases) di berbagai sektor industri di seluruh dunia.
Mornine juga telah diterapkan di jaringan diler di Indonesia, Malaysia, dan Afrika Selatan. Sementara itu, ekspansi AiMOGA kini telah menjangkau lebih dari 60 negara dan wilayah.
Di Asia Tenggara, AiMOGA terus memperkuat kehadirannya melalui ekspansi di Indonesia dan Malaysia, partisipasi dalam Automation Thailand, serta peluncuran AI Robot Experience Center di Vietnam.
Pengalaman penerapan Mornine turut ditampilkan dalam ajang World Robot Conference (WRC) 2026 di Beijing. AiMOGA memperlihatkan koneksi real-time dengan berbagai lokasi dan skenario penggunaan untuk menunjukkan bagaimana teknologi robotika dapat beroperasi di lingkungan nyata.
Mornine telah menjalankan sejumlah fungsi, seperti pemanduan, layanan konsultasi, penerimaan tamu, hingga mendukung interaksi dengan pelanggan di lingkungan ritel otomotif.
AiMOGA melihat Indonesia sebagai salah satu pasar yang memiliki potensi besar untuk pengembangan solusi robotika. Penerapan teknologi Mornine tidak hanya terbuka di sektor otomotif, tetapi juga berpeluang dikembangkan untuk kebutuhan ritel, layanan kesehatan, layanan publik, hingga berbagai aktivitas operasional yang membutuhkan interaksi langsung antara manusia dan teknologi.
Mengandalkan inovasi teknologi, standar keamanan internasional, dan pengalaman penerapan di berbagai skenario nyata, AiMOGA terus memperkuat posisinya di industri robotika global sekaligus membuka peluang ekspansi lebih luas di Indonesia.
Editor: Dani M Dahwilani