Perjalanan Luar Angkasa Sebabkan Sistem Kekebalan Astronot Lemah, Ini Alasannya
CALIFORNIA, iNews.id - Astronot umumnya harus berurusan dengan sakit setelah kembali ke Bumi. Mengingat, perjalanan luar angkasa berdampak negatif pada sistem kekebalan mereka.
Sekarang, para ilmuwan telah menemukan alasannya. Sebuah studi baru, yang diterbitkan di Nature Scientific Reports mencatat, sel T (Tregs) reguler mengalami aktivitas abnormal selama perjalanan luar angkasa.
Tregs umumnya diaktifkan untuk menekan respons kekebalan setelah infeksi tidak lagi menjadi ancaman. Tapi, dalam kondisi ruang gravitasi lemah, yang terjadi justru sebaliknya. Treg diaktifkan saat tidak ada infeksi.
Para peneliti mensimulasikan repons imum, menempatkan bahan kimia yang telah digunakan untuk meniru patogen penyakit ke dalam sampel darah, akhirnya menemukan Treg mulai aktif, sebagaimana dikutip dari Daily Mail, Kamis (10/6/2021).
"Hebatnya, kami menemukan [gravitasi mikro yang disimulasikan] meningkatkan respons pensinyalan STAT5 dari Treg imunosupresif. Hasil kami menunjukkan [gravitasi mikro] memberikan efek ganda pada sistem kekebalan manusia, secara bersamaan meredam respons sitotoksik sambil meningkatkan fungsi Treg," tulis para peneliti dalam abstrak penelitian.
Pada awal program luar angkasa, kata peneliti, kebanyakan astronot masih muda dan sangat sehat. Tapi, menurut penulis utama studi tersebut, Jordan Spatz, PhD, seorang ilmuwan luar angkasa dan mahasiswa kedokteran Universitas California San Francisco, sekarang mereka cenderung memiliki lebih banyak pelatihan dan lebih tua.
"Selain itu, selain astronot, dengan komersialisasi penerbangan luar angkasa akan ada lebih banyak orang tua dan kurang sehat yang mengalami gayaberat mikro. Dari perspektif medis luar angkasa, kami melihat bahwa gayaberat mikro melakukan banyak hal buruk pada tubuh manusia, dan kami berharap dapat memperoleh kemampuan untuk mengurangi beberapa efek gayaberat mikro selama perjalanan ruang angkasa," kata Spatz.
Pekerjaan Spatz melanjutkannya dari Millie Hughes-Fulford, salah satu astronot wanita pertama. Hughes-Fulford mempelajari dampak gayaberat mikro pada kesehatan, sebelum kematiannya pada Februari 2021, setelah kalah dalam pertarungan dengan leukemia.
Sejumlah astronot Apollo mengalami pilek atau infeksi lain, dengan beberapa di antaranya mengalami aktivasi kembali virus yang tidak aktif, seperti cacar air.
Astronot Apollo awal mengalami gangguan lain, seperti gangguan telinga bagian dalam, aritmia jantung, tekanan darah rendah, dehidrasi dan hilangnya kalsium di tulang mereka.
Setelah astronot Apollo 11 Neil Armstrong, Michael Collins dan Buzz Aldrin kembali ke Bumi, mereka dikarantina selama tiga minggu karena khawatir mereka akan membawa patogen kembali dari bulan.
Editor: Dini Listiyani