Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemerintah Tetapkan Skema Kompensasi Korban Bencana Sumatra, Segini Besarannya
Advertisement . Scroll to see content

Risiko Bencana Alam Tinggi, Indonesia Kembangkan Teknologi Kebencanaan

Kamis, 19 Agustus 2021 - 23:07:00 WIB
Risiko Bencana Alam Tinggi, Indonesia Kembangkan Teknologi Kebencanaan
Tantangan terbesar Indonesia di bidang kebencanaan terletak pada bagaimana cara mendorong teknologi, hasil riset dan inovasi kebencanaan. (Foto: Okezone) 
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki risiko besar terjadi bencana alam. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sepanjang 2020 telah terjadi 4.650 bencana alam yang didominasi hidrometeorologi. 

Untuk mengurangi kerentanan dan potensi risiko dibutuhkan pengembangan teknologi kebencanaan. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai penyelenggara ilmu pengetahun dan teknologi (IPTEK) di Indonesia turut terlibat aktif dalam pengembangan teknologi kebencanaan dengan penerapan sistem deteksi dini terpadu tsunami (InaTEWS), teknologi modifikasi cuaca, hingga penerapan kecerdasan artifisial (KA)/artificial intelligence.  

"Kami tidak pernah lelah berinovasi dan mengawal penerapan teknologi kebencanaan di Tanah Air. Salah satunya dengan menggiatkan ekosistem inovasi di bidang ini bersama dengan stakeholders lainnya," ujar Kepala BPPT Hammam Riza dalam dalam webinar Kebijakan & Strategi Riset, dan Inovasi Teknologi Kebencanaan, Kamis (19/8/2021).
 
Dia menuturkan peningkatan frekuensi bencana di Indonesia mengakibatkan kerugian berupa perlambatan ekonomi. Di sisi lain pemerintah di masa pandemi Covid-19 memiliki program besar pemulihan ekonomi di semua sektor. 


Dia mengungkapkan paradigma penanggulangan bencana telah mengalami perubahan secara global. Beberapa pendekatan baru dalam kebencanaan telah menjadi perhatian dunia meliputi isu sustainable development goals (SDGs), global platform for disaster risk reduction (DRR), climate change, zero emission, dan save ocean. 

Perubahan paradigma tersebut memberikan tantangan baru bagi Indonesia berperan aktif dalam agenda pengurangan risiko bencana baik secara nasional maupun global. 

"Ekosistem inovasi teknologi kebencanaan sudah harus mulai mengubah mindset dan aware akan isu penting mengenai pengembangan teknologi sistem peringatan dini multi ancaman berbasis komunitas, peramalan berbasis dampak (impact-based forecasting), peringatan berbasis risiko (risk-based warning), dan sistem peringatan multi ancaman," kata Hammam. 

Dia menegaskan tantangan terbesar Indonesia di bidang kebencanaan terletak pada bagaimana cara mendorong teknologi, hasil riset dan inovasi kebencanaan dalam agenda prioritas nasional dan global untuk pengurangan risiko multi ancaman bencana. 

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut