Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ada Kebocoran Udara di Stasiun Luar Angkasa, Roscosmos: Tak Mengancam Kru
Advertisement . Scroll to see content

Rusia Bongkar Alasan Misi Luna-25 Jatuh di Bulan, Diduga karena Kesalahan Ini

Kamis, 05 Oktober 2023 - 11:29:00 WIB
Rusia Bongkar Alasan Misi Luna-25 Jatuh di Bulan, Diduga karena Kesalahan Ini
Rusia Bongkar Alasan Misi Luna-25 Jatuh di Bulan (Foto: NASA)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Moon Lander Luna-25 Rusia mendarat di kutub selatan Bulan, tapi jatuh setelah manuver orbitnya. Kini, penyebab jatuhnya Luna-25 akhirnya diketahui. 

Lander Luna-25 adalah peluncuran luar angkasa pertama Rusia ke permukaan Bulan sejak 1970. Misi bertujuan menjadi misi pertama yang mencapai wilayah kutub selatan Bulan. 

Hilangnya Luna-25 menjadi pukulan telak bagi Roscosmos. Komisi khusus pun dibentuk untuk menyelidiki alasan kegagalan tersebut, sebagaimana dikutip dari Giz China. 

Badan antariksa Rusia Roscosmos mengatakan pada 3 Oktober, jatuhnya pesawat Luna-25 kemungkinan besar disebabkan kesalahan propulsi. Analisis awal menunjukkan manuver orbital yang tidak disengaja mengirim Luna-25 ke lintasan yang tak terduga. 

"Ini adalah peristiwa di mana lander Bulan tidak ada lagi akibat tabrakan dengan permukaan Bulan," tulis Roscosmos sebagaimana dikutip dari Gizmo China. 

Roscosmos juga mengatakan kemungkinan besar penyebab jatuhnya Luna-25 adalah banyaknya instruksi yang dikirim pada waktu bersamaan. Hal ini menyebabkan akselerometer salah satu unit pengukuran kecepatan sudut tidak dapat menyala. 

Pada akhirnya memicu operasi abnormal dari sistem kendali terpadu udara. Sederhananya, data perintah harus memiliki pengaturan prioritas yang berbeda. 

Dengan cara ini, perangkat dapat mengeksekusi item tertentu terlebih dulu. Distribusi instruksi prioritas yang berbeda mempunyai tingkat keacakan tertentu. 

Namun, akselerometer Lunar-25 gagal mengirim sinyal. Sistem kendali tidak dapat mematikan sistem propulsi pada saat detektor mencapai kecepatan yang telah ditentukan. Sebaliknya, dia mematikan pendorong setelah berjalan selama waktu tertentu. 

Roscosmos melaporkan mesin Luna-25 menyala dan bekerja selama 127 detik, bukan 84 detik seperti yang direncanakan. Hal ini pada akhirnya menyebabkannya memasuki orbit yang tidak direncanakan dan bertabrakan dengan bulan.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut