Sinyal Radio Misterius Berulang Terdeteksi di Luar Angkasa, Peneliti Bikin Alat Statistik Baru
JAKARTA, iNews.id - Astronom telah mengidentifikasi 25 sinyal radio bergerak secara berulang di luar angkasa. Sinyal misterius diyakini berasal dari galaksi lain, yang jauh di luar Bima Sakti.
Disebuat fast radio bursts (FRB) atau ledakan radio cepat, sinyal sangat kuat sehingga dapat mengungguli seluruh galaksi asalnya. Terlepas dari kekuatannya, asal-usul FRB masih menjadi misteri.
Sebagaimana dikutip dari Space, FRB ditemukan tim yang dipimpin para astronom dari Canadian Hydrogen Intensity Mapping Experiment (CHIME)/FRB Collaboration dan University of Toronto. Ditemukannya 25 FRB berulang, sehingga totalnya menjadi 50.
FRB dapat mengarahkan para ilmuwan menemukan apa yang menyebabkan ledakan sinyal radio terjadi dan informasi lainnya. Untuk diketahui, astronom sebenarnya telah menemukan banyak FRB selama dekade terakhir.
Kendati demikian, sebagian besar di antaranya tidak berulang dan hanya terlihat meledak sekali. Hanya sebagian kecil yang terlihat berulang. Fenomena ini menyebabkan astronom mempertanyakan apakah FRB yang berulang dan FRB tidak berulang berasal dari sumber yang sama.
Fakta kedua populasi FRB tampaknya memiliki karakteristik berbeda, termasuk berapa lama mereka bertahan dan rentang frekuensi yang terlihat, menunjukkan asal mereka bervariasi. Penemuan FRB berulang, yang dilakukan tim yang terlibat dalam penelitian dengan mengembangkan seperangkat alat statistik baru.
"Kami sekarang dapat secara akurat menghitung kemungkinan dua atau lebih semburan yang datang dari lokasi yang sama bukan hanya kebetulan. Alat-alat baru ini sangat penting untuk penelitian ini, dan juga akan sangat berguna untuk penelitian serupa di masa mendatang," kata anggota tim studi Ziggy Pleunis.
Teleskop radio seperti CHIME, yang terletak di Observatorium Astrofisika Radio Dominion, dekat Penticton, Kanada, telah menjadi bagian integral dari deteksi FRB. Dalam beberapa tahun terakhir, pengamatan telah berubah dari puluhan menjadi ribuan, dan sebagian besar berkat kemampuan CHIME untuk memindai seluruh langit utara setiap hari.
Salah satu aspek yang mengejutkan dari penelitian baru ini penemuan banyak FRB berulang ternyata tidak aktif, menghasilkan kurang dari satu ledakan per minggu selama waktu pengamatan CHIME.
Pleunis percaya ini mungkin karena FRB ini belum diamati cukup lama untuk melihat ledakan kedua. Temuan tim juga dapat memiliki implikasi di luar membantu mempersempit pencarian asal-usul FRB.
Editor: Dini Listiyani