Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Van Oo Rilis Single Nona Setimba, Ramaikan Musik Indonesia Timur!
Advertisement . Scroll to see content

Studi: Lirik Lagu yang Memuat Kemarahan Semakin Meningkat

Rabu, 30 Januari 2019 - 10:01:00 WIB
Studi: Lirik Lagu yang Memuat Kemarahan Semakin Meningkat
Ilustrasi (Foto: Cnet)
Advertisement . Scroll to see content

CALIFORNIA, iNews.id - Mendengarkan musik menjadi salah satu cara manusia untuk mengibur diri. Namun, lirik musik berubah semakin lebih sedih dan marah dari waktu ke waktu.  

Sebuah analisis ilmiah dari musik pop selama 65 tahun terakhir menemukan, lirik lagu berubah menjadi lebih sedih dan marah. Profesor dan mahasiswa pascasarjana Lawrence Technology University Michigan menganalisis liri lebih dari 6.000 lagi antara 1951-2016 yang menduduki Billboard Hot 100.

Billboard chart sering digunakan untuk mengidentifikasi tren dan preferensi dari artis dan penggemar. Profesor Computer Science Lior Shamir dan Kathleen Napier beralih ke program yang menganalisis sentimen lirik lagu, mencari kata-kata atau frasa yang bisa dikaitkan dengan perasaan.

Misalnya, kesedihan mendominasi line 'Turn around, even now and then i get a little bit lonely and you're never coming 'round' dari Total Eclipse of The Hearts yang dibawakan oleh Bonnie Tyler. Analisis tim mencakup istilah seperti 'Pearson correlation coefficients' yang tidak persis di telinga.

Tapi intinya, menurut penelitian yang dikutip dari Cnet, Rabu (30/1/2019), amarah, jijik, takut, sedih, tentatif, dan hati nurani telah meningkat seiring dengan waktu. Sementara kegembiraan, analitik, kepercayaan, dan keterbukaan telah menurun.

Tidak Ada Lagi 'Happy'
Studi ini juga menemukan lirik pop mengungkapkan lebih banyak ketakutan selama pertengahan 80-an. Namun, ketakutan menurun tajam pada 1988.

Pada 1998-1999 lirik yang menakutkan naik lagi. Kemudian penurunan tajam terjadi pada 2000.  Lagu-lagu dengan skor kemarahan tertinggi termasuk Pink Floyd's Another Brick in the Wall dari 1980, Tina Turner 1982 lagu Better Be Good To Me dan Ne-Yo When You're Mad dari 2006.

"Perubahan dalam sentimen lirik tidak selalu mencerminkan apa yang ingin diekspresikan oleh musisi dan penulis lagu, tapi lebih terkait dengan apa yang ingin didengar konsumen musik di setiap tahun," kata Shamir.

Seperti mode yang berkembang sesuai perkembangan zaman, orang-orang yang mendengarkan musik pada 1950-an sebagian besar untuk kesenangan dan hiburan. Oleh karena itu, liriknya cenderung untuk mengekspresikan kesenangan dan sedikit kemarahan.

Selama pertengahan hingga akhir 1960-an dan awal 1970-an, musik menjadi alat untuk aktivitas sosial. Makanya, musik mencerminkan kemarahan dan rasa muak.

Untuk penelitian mereka, Shamir dan Napier menggunakan Tone Analyzer, alat linguistik komputasi yang dikembangkan untuk sistem komputer penjawab pertanyaan Watson IBM.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut