Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jarang Ganti Sprei Bikin Skincare Mahal Tak Berguna, Sarung Batal Bisa Lebih Kotor dari Dudukan Toilet
Advertisement . Scroll to see content

Tanaman Tamanu dari Sulawesi Ternyata Punya Senyawa Bioaktif untuk Kulit, Ini Fakta Ilmiahnya!

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:25:00 WIB
Tanaman Tamanu dari Sulawesi Ternyata Punya Senyawa Bioaktif untuk Kulit, Ini Fakta Ilmiahnya!
Tanaman Tamanu dari Sulawesi yang punya manfaat untuk kulit. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Di antara kekayaan tersebut, ada tanaman yang mungkin belum terlalu familiar bagi masyarakat luas, tetapi mulai menarik perhatian dalam penelitian bahan aktif untuk perawatan kulit, tamanu.

Tanaman yang dikenal dengan nama ilmiah Calophyllum inophyllum ini selama bertahun-tahun telah dimanfaatkan sebagai sumber minyak nabati. Minyak yang diekstrak dari bagian tertentu tanaman Tamanu kemudian dikenal sebagai Tamanu Oil dan banyak digunakan dalam berbagai produk perawatan kulit.

Namun, cerita mengenai Tamanu ternyata tidak sesederhana minyak alami untuk kulit. Di balik minyaknya terdapat berbagai komponen bioaktif yang menarik untuk diteliti. 
Bahkan, pendekatan ilmiah terhadap tanaman ini kini mulai diarahkan untuk mengetahui bagian mana yang benar-benar memiliki aktivitas biologis dan bagaimana potensinya dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Tamanu, Tanaman yang Tumbuh di Kawasan Tropis

Tamanu merupakan tanaman tropis yang dapat ditemukan di berbagai wilayah Asia dan Pasifik, termasuk Indonesia.

Tanaman ini dikenal sebagai pohon yang mampu tumbuh di lingkungan tropis dan pesisir. Buahnya dapat menghasilkan minyak yang selama ini dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan, termasuk perawatan kulit.

Di Indonesia, keberadaan Tamanu menjadi menarik karena tanaman ini merupakan bagian dari kekayaan biodiversitas yang sebenarnya memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh.

Yang menjadi perhatian bukan hanya keberadaan pohonnya, tetapi juga senyawa-senyawa yang terkandung di dalamnya.

Penelitian Tamanu untuk skincare. (Foto: Istimewa)
Penelitian Tamanu untuk skincare. (Foto: Istimewa)

Mengapa Tamanu Menarik bagi Dunia Skincare?

Salah satu alasan Tamanu menarik perhatian peneliti adalah keberadaan komponen bioaktif di dalamnya.

Menurut laporan From This Island, Tamanu Oil secara alami mengandung berbagai senyawa yang kemudian dipelajari karena berpotensi memiliki aktivitas biologis, termasuk aktivitas yang berkaitan dengan perawatan kulit.

Namun, penggunaan minyak tanaman secara utuh tidak selalu berarti seluruh komponennya memberikan manfaat yang sama.

Justru di sinilah penelitian menjadi penting.

Daripada menggunakan seluruh komponen minyak, peneliti dapat mempelajari fraksi tertentu untuk mengetahui senyawa mana yang paling potensial dan bagaimana karakteristiknya terhadap kulit.

Pendekatan seperti ini membuat tanaman tidak hanya dipandang sebagai 'bahan alami', tetapi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat diteliti secara ilmiah.

Tamanu oil untuk kesehatan kulit. (Foto: Istimewa)
Tamanu oil untuk kesehatan kulit. (Foto: Istimewa)

Tamanu Oil dan Kulit Berjerawat Ternyata Tidak Sesederhana Itu

Ada anggapan bahwa karena Tamanu berasal dari tanaman dan dikenal baik untuk kulit, maka Tamanu Oil otomatis cocok untuk semua jenis kulit. Faktanya, karakter minyak tetap perlu diperhatikan.

Tamanu Oil dalam bentuk konvensional memiliki tekstur yang relatif padat dan kaya lipid. Pada sebagian orang dengan kulit yang mudah berjerawat, karakter tersebut dapat terasa terlalu berat.

Artinya, potensi biologis tanaman dan bentuk bahan yang digunakan merupakan dua hal yang berbeda.

Tanamannya bisa memiliki senyawa yang menarik, tetapi cara mengambil, memurnikan, dan memformulasikan senyawa tersebut tetap menentukan bagaimana bahan itu digunakan pada kulit.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan Tamanu terus diteliti. From This Island, bersama Sekolah Farmasi ITB dan EBM Scitech Research Center, melakukan riset hampir tiga tahun untuk mengeksplorasi potensi Tamanu dan mengoptimalkan proses pemisahan serta pemurnian fraksi bioaktifnya.

Dari penelitian tersebut kemudian dikembangkan PolyAcNix, proprietary bioactive yang digunakan dalam Tamanu Acne Series.

Dalam pengujian laboratorium, fraksi bioaktif tersebut dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri yang lebih tinggi dibandingkan Tamanu Oil konvensional.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa potensi tanaman tidak harus dimanfaatkan dalam bentuk mentahnya. Peneliti dapat mencari komponen yang paling relevan, kemudian mengembangkannya menjadi bahan aktif dengan fungsi yang lebih spesifik.

Ada Potensi untuk Merawat Kulit Berjerawat?

Penelitian terhadap Tamanu kemudian berkembang ke pemanfaatannya dalam produk untuk kulit berjerawat.

Pada Tamanu Acne Defense Serum, misalnya, hasil pengujian klinis yang disampaikan menunjukkan adanya pengurangan jerawat meradang pada 81 persen subjek setelah 14 hari penggunaan. Hasil pengujian laboratorium juga menunjukkan pengurangan tampilan pori hingga 86,8 persen.

Maudy Ayunda dengan produk skincare mengandung Tamanu Oil. (Foto: Instagram)
Maudy Ayunda dengan produk skincare mengandung Tamanu Oil. (Foto: Instagram)

Namun, angka tersebut merupakan hasil pengujian terhadap formula produk tertentu, sehingga tidak dapat langsung diartikan bahwa seluruh Tamanu Oil atau semua produk berbahan Tamanu akan memberikan hasil yang sama.

Ini penting karena tanaman, ekstrak, fraksi bioaktif, dan produk jadi merupakan hal yang berbeda.

Tamanu pada akhirnya memberikan gambaran menarik tentang bagaimana biodiversitas Indonesia dapat dikembangkan menjadi bahan yang memiliki nilai tambah.

Tanaman yang tumbuh di kawasan tropis tidak hanya dapat dilihat dari bentuk fisiknya atau minyak yang dihasilkan. Di dalamnya terdapat berbagai komponen kimia yang masih dapat diteliti untuk mengetahui potensi biologisnya.

Karena itu, masa depan bahan alami dalam industri skincare bukan sekadar kembali menggunakan tanaman tradisional. Yang jauh lebih menarik adalah ketika kekayaan alam tersebut bertemu dengan ilmu farmasi, teknologi ekstraksi, pemurnian, pengujian laboratorium, hingga uji klinis.

Tamanu menjadi salah satu contoh bagaimana tanaman dari Indonesia dapat diteliti lebih dalam untuk menemukan potensi yang sebelumnya mungkin belum banyak diketahui.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut