Twins Study NASA Ungkap Dampak Luar Angkasa pada Kesehatan Manusia

Dini Listiyani ยท Jumat, 12 April 2019 - 22:34 WIB
Twins Study NASA Ungkap Dampak Luar Angkasa pada Kesehatan Manusia

Twins Study NASA ungkap temuan baru. (Foto: Slashgear)

CALIFORNIA, iNews.id - Berlama-lama di luar angkasa ternyata berdampak pada tubuh manusia itu sendiri. Fakta terbaru dirilis NASA di paper terintegrasi yang merinci hasil Twins Study.

Twins Study berlangsung dari 2015-2016 yang melibatkan astronot Mark Kelly di bumi dan kembarannya, Scott Kelly yang berada di luar angkasa. Saat Scott kembali, NASA mempelajari efek paparan luar angkasa terhadap kesehatannya dengan membandingkan datanya dan Mark.

Sejumlah temuan penting telah dirinci dalam studi NASA, termasuk informasi mengenai efek luar angkasa terhadap telomer (bagian paling ujung dari DNA linear) Scott. Menurut NASA, telomer sel darah putih Scott lebih panjang di luar angkasa.

Tapi menurut laporan Slash Gears, Jumat (12/42019), telomer sel darah putih Scott memendek saat berada di bumi. Enam bulan kemudian, panjangnya kembali ke rata-rata; panjang telomer Mark Kelly tetap stabil selama periode waktu yang sama.

Selain itu, NASA juga menemukan, sistem kekebalan tubuh Kelly merespons dengan tepat saat berada di ruang angkasa, termasuk sebagai tanggapan terhadap vaksin flu. Seperti yang dinyatakan oleh badan antariksa sebelumnya, para peneliti juga menemukan variabilitas dalam ekspresi gen, dengan sebagian besar perubahan kembali normal setelah setengah tahun kembali ke bumi.

Seperti diketahui, NASA memiliki ambisi besar untuk membawa manusia ke luar angkasa, termasuk dalam misi jangka panjang di bulan dan Mars. Kendala teknologi hanyalah satu aspek dari tujuan ini, meskipun NASA membutuhkan data tentang bagaimana waktu yang dihabiskan di ruang memengaruhi tubuh manusia. 


Editor : Tuty Ocktaviany