Uji Kemampuan Memecah Kode Transmisi Alien, Ilmuwan Kirim Sinyal Gunakan TGO
JAKARTA, iNews.id - Banyak orang percaya, manusia dapat menemukan cara berkomunikasi dengan simbol dan ikon lainnya. Sekelompok ilmuwan akan menguji kemampuan memecahkan kode komunikasi saat transmisi alien dari Mars mencapai Bumi.
Transmisinya, tentu saja, sebenarnya bukan alien. Sebaliknya, itu adalah bagian dari simulasi yang disatukan sekelompok ilmuwan yang akan mengirim sinyal menggunakan ExoMars Trace Gas Orbiter (TGO) Badan Antariksa Eropa.
TGO akan mengirimkan pesan yang disandikan ke Bumi, yang akan diambil oleh trio observatorium radio darat 16 menit kemudian. Transmisi "alien" dari Mars diciptakan seniman Daniela de Paulis dan rekan-rekannya dan akan tersedia untuk umum segera setelah diterima.
Tujuannya di sini untuk melihat apakah kita dapat memahami pesan tersebut, semacam tes de facto melihat seberapa baik kita dapat menangani transmisi alien yang sebenarnya, seandainya ada yang masuk, sebagaimana dikutip dari BGR.
SETI Institute menyatukan semuanya. Itu disebut A Sign in Space dan akan mensimulasikan First Contact, sebuah poin yang dirujuk dalam beberapa bagian fiksi ilmiah dan salah satu yang sangat ingin dilihat banyak orang terjadi dalam kenyataan, yang berpusat di sekitar pertemuan pertama umat manusia dengan kehidupan asing.
Lebih dari 30 seniman, ilmuwan, dan peneliti SETI telah berkolaborasi untuk membantu terselenggaranya event ini. Badan Antariksa Eropa dan perusahaan logistik luar angkasa D-Orbit juga akan terlibat, membantu mengirimkan transmisi alien dari Mars ke Bumi.
“Sepanjang sejarah, umat manusia telah mencari makna dalam fenomena yang kuat dan transformatif. Menerima pesan dari peradaban ekstraterestrial akan menjadi pengalaman transformasi yang mendalam bagi seluruh umat manusia," kata de Paulis.
Meskipun event tersebut hanya akan berfungsi sebagai latihan tapi hasilnya sangat ditunggu. Setelah sinyal diterima, tim SETI akan membagikannya pada Discord khusus, yang dapat diikuti oleh peserta jika ingin mengikuti eksperimen.
Editor: Dini Listiyani