Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Makna Filosofis di Balik Ritual Cuci Rupang di Imlek 2026, Cari Tahu di Sini!
Advertisement . Scroll to see content

Wajib Tahu, Penjelasan Takhayul dalam Pandangan Sains

Kamis, 05 Juli 2018 - 03:05:00 WIB
Wajib Tahu, Penjelasan Takhayul dalam Pandangan Sains
Kucing hitam kerap dianggap membawa sial. (Foto: Daily Mail)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Angka 13 dan kucing hitam kerap dianggap membawa sial. Namun untuk sebagian orang, hal tersebut dianggap sebagai takhayul.

Meski tidak ada definisi tunggal dari takhayul, tapi secara umum artinya sebuah kepercayaan pada kekuatan supernatural - keinginan memengaruhi faktor-faktor yang tidak bisa diprediksi dan kebutuhan untuk menyelesaikan ketidakpastian.

Dengan cara ini, keyakinan dan pengalaman individu mendorong takhayul, yang menjelaskan mengapa mereka pada umumnya tidak rasional dan sering menentang penjelasan ilmiah saat ini. 

Psikolog yang telah menyelidiki peran yang dimainkan takhayul menemukan kepercayaan itu berasal dari asumsi, ada hubungan antara peristiwa yang terjadi dan tidak terkait. Misalnya, gagasan mendorong keberuntungan atau melindungi Anda dari nasib buruk, seperti dilaporkan iNews.id dari Daily Mail, Kamis (5/7/2018).

Bagi banyak orang, terlibat dengan perilaku takhayul memberikan rasa kontrol dan mengurangi kecemasan. Ini alasannya, takhayul meningkat saat stres dan cemas, khususnya terjadi selama krisis ekonomi dan ketidakpastian sosial.

Para peneliti memang telah mengamati bagaimana di Jerman antara 1918 hingga 1940 mengukur ancaman ekonomi langsung dengan takhayul. Kepercayaan takhayul telah terbukti membantu mendorong sikap mental positif.

Padahal, takhayul bisa menyebabkan keputusan yang tidak rasional dibandingkan pengambil keputusan yang baik. Penelitian telah menunjukkan tindakan yang terkait dengan takhayul juga bisa memperkuat diri, di mana perilaku berkembang menjadi kebiasaan dan kegagalan melakukan ritual bisa mengakibatkan kecemasan.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut