Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Persiapan Haji 2026 Hampir 100%, Menhaj Pastikan Jadwal On Track
Advertisement . Scroll to see content

Bingung Beli Paket di Indonesia atau Arab Saudi untuk Haji, Simak Info Ini!

Senin, 22 Mei 2023 - 21:05:00 WIB
Bingung Beli Paket di Indonesia atau Arab Saudi untuk Haji, Simak Info Ini!
Bingung Beli Paket di Indonesia atau Arab Saudi untuk Haji, Simak Info Ini! (Foto: GR Stocks/unsplash)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Komunikasi sangat penting saat menunaikan ibadah haji. Mending mana beli pake data di Indonesia atau gunakan provider Arab Saudi? Simak untung ruginya di sini. 

Meninggalkan keluarga dan saudara di Tanah Air demi menjalankan haji diperlukan komunikasi untuk berkomunikasi. Namun, banyak jamaah haji yang bingung dalam menentukan provider untuk sarana komunikasi; Apakah menggunakan provider Indonesia atau Arab Saudi?

Banyak juga yang bertanya-tanya lebih baik isi paket data sebelum berangkat ke Tanah Suci atau sesudah mendarah. Semuanya sebenarnya tergantung pilihan masing-masing individu. 

"Tapi dari sepanjang pengalaman saya di sini, untuk jamaah lebih praktis menggunakan provider dari Tanah Air," kata Suseno yang sudah tinggal di Arab Saudi sejak 2009 sekaligus bertugas di Grapari Arab Saudi. Suseno mengatakan banyak keuntungan menggunakan provider dalam negeri. 

1. Jamaah haji tidak perlu mengganti nomor telepon, sehingga lebih leluasa dalam menjalin komunikasi. 

2. Pembeliaan jika dilakukan di Tanah Air karena beberapa provider Indonesia membuka booth di Embarkasi keberangkatan, sehingga jamaah tinggal mengaktifkan paket ketika tiba di Tanah Suci. 

3. Jika ada kendala, keluarga di rumah bisa membantu melakukan komunikasi dengan costumer service Indonesia. Jika paket data habis, keluarga bisa melakukan injeksi dari Tanah Air. Berbeda jika membeli nomor atau paket di Arab Saudi, di mana semua harus dilakukan secara mandiri oleh jamaah. 

4. Provider dalam negeri, terutama BUMN sudah melakukan kerja sama dengan tiga provider lokal, sehingga sinyal lebih merata karena bisa switch ke sinyal paling kuat saat jamaah melakukan mobilisasi. Sementara itu provider lokal tentu memiliki jangkauan berbeda di masing masing wilayah.

5. Provider lokal tidak suport untuk video call. Berbeda dengan provider Tanah Air yang tetap bisa digunakan video call. 

6. Membeli provider lokal harus dilakukan di counter dan harus melakukan registrasi ulang dengan menggunakan pasport. Masalahnya tidak semua counter memiliki bahasa Indonesia yang bagus. 

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut