Belanja Produk Lokal di Jakarta Fashion & Food Festival, Dukung Pemulihan Ekraf
JAKARTA, iNews.id - Dalam rangka membangkitkan ekonomi kreatif di Tanah Air, perhelatan Jakarta Fashion & Food Festival (JF3) kembali hadir. Kali ini, JF3 hadir untuk mendukung pemulihan ekonomi kreatif (ekraf) di masa pandemi Covid-19.
Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Yuana Rochma Astuti mengatakan, kegiatan JF3 dapat membangkitkan ekraf lokal di masa pandemi.
"Apalagi fashion sangat berpotensi bangkitkan ekonomi. Karena itu, perlu kolaborasi untuk memaksimalkan hasilnya. Kita enggak bisa sukses jika bekerja sendirian. Kolaborasi kunci sukses di masa pandemi," ujar Yuana membuka acara JF3, di Summarecon Mall Kelapa Gading, Kamis (24/9/2021).
Perlu diketahui, Jakarta Fashion & Food Festival atau biasa disebut dengan JF3 pada tahun ini menginjak usia yang ke-17. Kegiatan ini hadir pada 23 September hingga 10 Oktober 2021.
Chairman JF3, Soegianto Nagaria mengatakan, JF3 masih tetap menunjukkan konsistensinya untuk mendukung industri kreatif berbasis budaya sekaligus turut mendorong agar para UMKM dapat bangkit dan terus maju bersama.
"Tahun ini, kami mengajak untuk bergandeng tangan bersama, membangkitkan kembali industri mode Tanah Air, dengan memberikan manfaat nyata dan langsung kepada seluruh pelaku industri kreatif," ujarnya.
Menurutnya, setelah hampir dua tahun, kita semua dalam situasi penuh keterbatasan, tentunya penyelenggaraan JF3 ini menjadi salah satu program yang banyak dinantikan, baik oleh masyarakat umum maupun para pelaku industri kreatif.
Dengan mengusung kampanye #JF3TogetherWeAreStronger, JF3 dibuka dengan menghadirkan eksibisi Fashion Village selama 18 hari. Pameran ini menampilkan 50 pelaku usaha skala kecil dan menengah, terpilih melalui sistem kurasi yang sangat ketat.
Beragam hasil karya industri lokal, seperti kain, busana siap pakai, aksesori dan lain-lain, adalah hasil inspirasi dari kekayaan budaya Nusantara dengan sentuhan trend mode terkini, yang dapat langsung dikunjungi masyarakat.
Ada tiga tema yang dihadirkan, yaitu pertama, Selasar Nusantara yang menghadirkan berbagai koleksi untuk para pencinta kain tradisional premium, seperti Batik Marunda, Batik Madura, Batik khas Jambi hingga Tenun Garut, dan sebagainya.
Kedua, Bazar Mode yang menghadirkan berbagai busana siap pakai yang praktis, mulai dari busana batik hingga hijab untuk sehari-hari, serta dilengkapi dengan kudapan kekinian yang saat ini banyak diminati masyarakat untuk dinikmati bersama teman atau keluarga.
Ketiga, Padu Padan Lokal yang menghadirkan berbagai produk-produk dengan sentuhan etnik berkualitas. Sangat menarik untuk dipadupadankan dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Di JF3 tahun ini, masyarakat juga semakin mudah untuk berbelanja berbagai koleksi produk lokal di Fashion Village, melalui program virtual Shopping. Masyarakat dapat menikmati tanpa hambatan jarak, dan tentunya akan menghemat waktu," ujar Soegianto.
Di penghujung acara, pada 9 Oktober 2021, JF3 berkolaborasi dengan Lakon Indonesia menghadirkan presentasi Gantari, The Final Journey to Java. Ini merupakan hasil kerjasama Lakon Indonesia dengan para pengrajin kain di Jawa, artisan, seniman, fesyen desainer dan arsitek yang akan mempresentasikan koleksi terbaru dipadukan dengan budaya dan tradisi Indonesia yang memiliki nilai tinggi.
Soegianto berharap penyelenggaraan JF3 tahun ini, dapat memberikan kontribusi nyata bagi para UKM di industri kreatif lokal, yang tentunya sangat membutuhkan dukungan agar usaha mereka terus berjalan.
"Seiring dengan beroperasinya kembali pusat perbelanjaan, maka kami pun ingin para UMKM ini dapat berusaha kembali. Bahkan, kami juga berupaya agar mereka dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui program-program yang diselenggarakan berbasis digital," ujarnya.
Editor: Vien Dimyati