Bukan Lagi Sekadar Kosmetik, Menekraf Ungkap Peran Baru Industri Kecantikan Indonesia
JAKARTA, iNews.id – Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menilai industri kecantikan telah berkembang menjadi salah satu sektor strategis dalam ekonomi kreatif Indonesia. Mengapa demikian?
Menurut Menteri Ekraf, industri kecantikan kini tidak lagi hanya berfokus pada penjualan produk kosmetik, tetapi juga membangun ekosistem yang mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, hingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Pandangan tersebut disampaikan Teuku Riefky saat melakukan kunjungan kerja ke pusat unit bisnis J99 Corp di Malang, Jawa Timur. Dalam kunjungan itu, Menekraf meresmikan PT Kosmetika Cantik Indonesia (KCI) sebagai Creative Beauty Ecosystem Center.
Menurut Teuku Riefky, pengembangan industri kreatif tidak cukup hanya mengandalkan produk yang berkualitas. Pelaku usaha juga perlu membangun ekosistem yang mampu menghubungkan proses produksi, inovasi, pemasaran, hingga distribusi sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas.
"Apa yang dilakukan bukan hanya menjadi kebanggaan perusahaan, tetapi juga menjadi kebanggaan bangsa. Yang dibangun bukan hanya bisnis untuk kepentingan sendiri, melainkan sebuah ekosistem yang memberikan manfaat dan dampak ekonomi bagi begitu banyak orang," kata Teuku Riefky.
"Ini adalah contoh nyata bagaimana industri kecantikan berkembang menjadi bagian penting ekonomi kreatif nasional," tambahnya.
Ia mengatakan, pemerintah terus mendorong lahirnya lebih banyak pelaku usaha kreatif yang mampu membangun ekosistem bisnis berkelanjutan. Menurutnya, model seperti itu akan memperkuat daya saing industri nasional sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut, Teuku Riefky juga melihat langsung pemanfaatan teknologi digital di industri kecantikan. Ia meninjau teknologi analisis jenis kulit berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pusat produksi konten digital, hingga studio livestream yang digunakan untuk mendukung pemasaran berbagai produk.
Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai menjadi salah satu contoh bagaimana transformasi digital mulai mengubah wajah industri kecantikan. Tak hanya mengandalkan kualitas produk, pelaku usaha juga dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen.
Di akhir kunjungannya, Menekraf menegaskan komitmen Kementerian Ekonomi Kreatif untuk terus mendampingi pelaku industri agar mampu meningkatkan daya saing hingga menembus pasar internasional.
"Indonesia membutuhkan lebih banyak pelaku usaha yang mampu membangun ekosistem yang berdampak bagi masyarakat. Kami siap mendampingi agar semakin banyak produk Indonesia yang mampu bersaing di pasar global," kata Teuku Riefky.
Sementara itu, Founder J99 Corp dan MS GLOW, Shandy Purnamasari, menyambut baik dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri kreatif, khususnya sektor kecantikan. Menurutnya, perusahaan berupaya membangun ekosistem yang mengintegrasikan inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
"Kami merasa terhormat atas kunjungan dan peresmian langsung oleh Bapak Menteri Teuku Riefky Harsya. Creative Beauty Ecosystem Center adalah wadah kami untuk menyatukan teknologi, kreativitas pascaproduksi, dan inklusivitas," ujar Shandy.
Kementerian Ekonomi Kreatif memandang kolaborasi antara inovasi, teknologi, dan penguatan ekosistem industri sebagai langkah penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Dengan dukungan tersebut, industri kecantikan Indonesia diharapkan tidak hanya tumbuh di pasar domestik, tetapi juga semakin kompetitif di tingkat global sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif nasional.
Editor: Muhammad Sukardi