Bukan Sekadar Bersih, Ini Pertimbangan Memilih Keramik untuk Rumah yang Lebih Higienis
JAKARTA, iNews.id – Lantai menjadi salah satu bagian rumah yang paling sering bersentuhan dengan aktivitas sehari-hari. Anak bermain, anggota keluarga berjalan dari satu ruangan ke ruangan lain, hingga aktivitas makan dan berkumpul membuat permukaan lantai mudah terkena berbagai kotoran.
Karena itu, menjaga kebersihan lantai bukan hanya soal seberapa sering permukaannya dibersihkan. Material yang digunakan juga perlu dipertimbangkan sejak awal, terutama dari sisi kemudahan perawatan dan karakter permukaannya.
Pemilihan keramik menjadi salah satu hal yang dapat diperhatikan. Selain desain dan ukuran, konsumen dapat mempertimbangkan material yang memiliki fitur tambahan untuk mendukung kebutuhan higienitas di rumah.
Salah satu inovasi keramik yang jadi perhatian sekarang ialah Super Guard menggunakan teknologi Silver Ion pada permukaan keramik. Menurut perusahaan, teknologi tersebut dirancang untuk membantu menghambat pertumbuhan bakteri pada permukaan.
Direktur Marketing PT Platinum Ceramics Industry, Jali Wijaya, mengatakan kebutuhan terhadap lantai yang praktis dirawat semakin relevan karena lantai menjadi bagian dari aktivitas keluarga setiap hari.
"Lantai menjadi bagian dari berbagai aktivitas keluarga setiap hari. Melalui Super Guard, kami ingin menghadirkan keramik yang tidak hanya menarik secara desain, tetapi juga membantu mendukung lingkungan rumah yang lebih higienis," ungkap Jali dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026).
Fitur higienitas pada material lantai tetap perlu ditempatkan sebagai pelengkap, bukan pengganti kebiasaan menjaga kebersihan rumah.
Lantai tetap perlu dibersihkan secara rutin sesuai kondisi dan intensitas penggunaannya. Tumpahan makanan atau minuman, debu, kotoran yang terbawa dari luar, maupun jejak kaki tetap dapat menempel pada permukaan dan perlu segera dibersihkan.
Dalam konteks tersebut, karakter permukaan keramik yang mudah dirawat menjadi salah satu pertimbangan penting ketika memilih material.
Super Guard, misalnya, menggunakan Silver Ion Technology yang menurut produsen terintegrasi pada permukaan keramik. Pendekatan tersebut diklaim membantu menghambat pertumbuhan bakteri pada permukaan.
Penggunaan teknologi seperti ini dapat menjadi salah satu pertimbangan tambahan bagi konsumen, tetapi bukan berarti lantai otomatis bebas dari bakteri atau tidak membutuhkan pembersihan.
Untuk rumah dengan aktivitas tinggi, kemudahan perawatan juga berpengaruh terhadap kenyamanan penghuni. Material yang mudah dibersihkan dapat membantu pekerjaan rumah tangga menjadi lebih praktis.
Jali mengingatkan konsumen agar tidak hanya melihat tampilan ketika memilih keramik.
"Saat memilih keramik untuk rumah, jangan hanya melihat desainnya. Pertimbangkan juga bagaimana material tersebut digunakan dan dirawat sehari-hari. Permukaan yang mudah dibersihkan dan didukung Silver Ion Technology dapat membuat lantai lebih praktis sekaligus nyaman untuk aktivitas keluarga," katanya.
Selain aspek kebersihan, pemilihan keramik juga perlu disesuaikan dengan fungsi ruangan. Keramik untuk kamar mandi, dapur, ruang keluarga, kamar tidur, maupun area luar rumah dapat memiliki kebutuhan yang berbeda.
Intensitas aktivitas, kemungkinan lantai terkena air atau tumpahan, tingkat kemudahan pembersihan, serta karakter permukaan menjadi sejumlah faktor yang dapat dipertimbangkan sebelum membeli.
Dengan demikian, memilih keramik untuk rumah tidak harus mempertentangkan fungsi dan estetika. Konsumen dapat mencari material yang sesuai dengan kebutuhan ruang sekaligus memiliki tampilan yang mendukung konsep interior.
Pada akhirnya, rumah yang lebih higienis tidak hanya ditentukan oleh material lantai. Kebiasaan membersihkan permukaan, menjaga sirkulasi udara, mengelola kelembapan, serta menjaga kebersihan seluruh area rumah tetap menjadi bagian penting.
Keramik dengan fitur tambahan seperti teknologi Silver Ion dapat dipertimbangkan sebagai salah satu aspek pendukung. Namun, klaim antimikroba dari produk tetap perlu dipahami sesuai spesifikasi dan petunjuk penggunaannya.
Editor: Muhammad Sukardi