Di Tengah Pandemi Covid-19, Tren Belanja Herbal dan Suplemen Meningkat
JAKARTA, iNews.id - Di tengah pandemi Covid-19, memperkuat imunitas tubuh sangat diperlukan. Tidak heran jika masyarakat banyak memburu suplemen hingga herbal.
Bahkan, startup penyedia layanan kesehatan digital, SehatQ mencatatkan lonjakan pembelian produk-produk kategori vitamin, mineral, dan suplemen dalam kurun satu minggu sebelum Ramadan.
Pembelian produk vitamin, mineral, dan suplemen di Toko SehatQ tercatat mencapai 50 persen dari total belanja pengguna.
"Di samping pandemi Covid-19 yang masih terjadi, masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga imun tubuh, terlebih di bulan Ramadan ini," kata Direktur SehatQ, Dewi Bramono, melalui keterangannya, Senin (4/5/2010).
Masyarakat tidak hanya mencari vitamin atau multivitamin, tapi juga suplemen herbal.
Selain vitamin, mineral dan suplemen, Toko SehatQ juga menyediakan obat-obatan, alat kesehatan, produk kecantikan, perawatan tubuh, serta kebutuhan ibu dan bayi.
Permintaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap berbagai vitamin dan suplemen, tujuannya untuk menjaga daya tahan tubuh selama Ramadan.
Menjaga kesehatan termasuk imunitas tubuh tentu tetap harus dilakukan, meski sedang berpuasa.
Untuk mendukung masyarakat dalam menjaga kesehatan selama Ramadan di tengah pandemi Covid-19 ini, SehatQ membagikan masker gratis, yang dibundling dengan beberapa produk, termasuk suplemen.
Mengenakan masker ketika beraktivitas di luar rumah dan mengonsumsi suplemen, bisa menjadi upaya untuk meningkatkan pertahanan tubuh selama menjalankan ibadah puasa.
"Suplemen bisa dikonsumsi, jika Anda merasa sedang tidak fit, atau kurang mengonsumsi asupan bergizi dalam beberapa hari," kata medical editor SehatQ, dr. Anandika Pawitri.
Dia berpesan, konsumsi suplemen efektif dilakukan pada pagi hari, ketika sahur. Selain itu, ketika sahur maupun berbuka, usahakan untuk memilih makanan yang seimbang, mulai dari karbohidrat, hingga protein.
Dr. Anandika mengatakan, jangan lupa mengonsumsi sayur, dan batasi asupan gula serta makanan berlemak. "Olahraga juga jangan sampai dilewatkan," ujar dr. Anandika.
Ketika berolahraga, pilihlah waktu yang paling sesuai dengan kondisi fisik Anda, entah itu pagi hari, maupun sore hari menjelang berbuka puasa.
Yang tak kalah pentingnya saat ini adalah mematuhi setiap imbauan dari pemerintah, termasuk untuk mematuhi aturan physical distancing dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), serta tidak mudik.
Dengan tetap berada di rumah dan tidak mudik, kita diharapkan mampu memutus mata rantai penyebaran virus corona dengan cepat.
Editor: Vien Dimyati