Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kejagung Mulai Lelang Barang Rampasan, Ada Mobil Ferrari hingga Kursi Firaun
Advertisement . Scroll to see content

Menilik Tren Belanja, Barang Mewah Dipandang Jadi Aset

Kamis, 09 Juli 2026 - 22:17:00 WIB
Menilik Tren Belanja, Barang Mewah Dipandang Jadi Aset
Barang berharga kini dipandang bukan sekadar gaya hidup, tetapi juga aset yang dapat diuangkan saat kebutuhan mendesak muncul. (Foto: ALLU)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, banyak masyarakat mulai memanfaatkan barang mewah yang selama ini tersimpan di rumah sebagai sumber dana cepat. Tas branded, jam tangan premium, hingga perhiasan bernilai tinggi kini dipandang bukan sekadar pelengkap gaya hidup, tetapi juga aset yang dapat diuangkan ketika kebutuhan mendesak muncul.

Namun, proses mencairkan nilai aset tersebut kerap menjadi tantangan. Kesibukan aktivitas sehari-hari, kemacetan di kota-kota besar, hingga kekhawatiran membawa barang berharga ke luar rumah membuat sebagian orang menunda transaksi.

Kondisi ini mendorong meningkatnya kebutuhan akan layanan yang lebih praktis, aman, dan efisien untuk mengakses dana tanpa harus datang langsung ke gerai.

Melihat tantangan itu, perusahaan asal Jepang mengembangkan layanan Personal Service. Konsepnya sederhana, pelanggan tidak perlu mendatangi toko untuk menjual barang mewah akan datang menghampiri, baik ke rumah, kantor, coffee shop, maupun lokasi lain sesuai kesepakatan.

Transaksi tetap berjalan dengan standar yang sama seperti di gerai resmi, mulai dari proses pengecekan keaslian barang hingga pencairan dana.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut