Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kunjungan Wisman Tembus 8,97 Juta hingga Juli 2026, Terbanyak dari Malaysia-China
Advertisement . Scroll to see content

12 Juta Wisman Datang ke Indonesia hingga September 2026, Konser Kanye West Dongkrak Pariwisata!

Minggu, 08 November 2026 - 14:30:00 WIB
12 Juta Wisman Datang ke Indonesia hingga September 2026, Konser Kanye West Dongkrak Pariwisata!
Ilustrasi wisatawan mancanegara. (Foto: dok iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Indonesia mencatatkan lebih dari 12 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang Januari hingga September 2026. Peningkatan ini salah satunya didorong oleh berbagai agenda berskala internasional, termasuk konser musisi dunia yang menarik kedatangan penggemar dari berbagai negara.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisman ke Indonesia selama sembilan bulan pertama 2026 tumbuh 5,01 persen. Pemerintah pun optimistis angka tersebut akan terus meningkat hingga akhir tahun, terlebih masih ada sejumlah konser besar yang dijadwalkan berlangsung di Tanah Air.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan, tren positif tidak hanya terlihat dari kunjungan wisatawan asing. Pergerakan wisatawan nusantara juga mengalami pertumbuhan di atas 4 persen.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa. (Foto: Zakky Mubarok Santosa)
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa. (Foto: Zakky Mubarok Santosa)

"Jadi, kami sudah mengantongi 12 juta lebih wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. Kemudian wisatawan Nusantara tumbuh di atas 4%," ujar Ni Luh Puspa saat menghadiri NHI Family Fun Walk & Charity 2026 di Jakarta Pusat, Minggu (8/11/2026).

Menurut dia, penyelenggaraan berbagai acara berskala internasional turut memberikan dampak terhadap pergerakan wisatawan. Konser musik menjadi salah satu magnet yang membuat orang dari berbagai daerah dan negara datang ke Indonesia.

Salah satu contohnya adalah konser rapper asal Amerika Serikat, Ye atau Kanye West, yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 24 Oktober 2026. Selanjutnya, band rock legendaris Guns N' Roses dijadwalkan tampil pada 21 November 2026.

Tak hanya itu, konser BTS yang akan digelar pada Desember mendatang juga diharapkan menambah daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata sekaligus tempat penyelenggaraan hiburan internasional.

"Kami optimistis di sisa bulan Oktober, November, Desember, kalau kami lihat banyak event di Oktober kemarin ada Kanye, kemudian bulan November ini ada Guns N' Roses, kemudian nanti ada BTS, kami optimistis 16 juta itu pasti akan tercapai," katanya.

Dampak konser Kanye West terhadap sektor pariwisata bahkan terlihat dari meningkatnya kedatangan warga negara asing (WNA) ke Indonesia. Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengungkapkan, lonjakan pelintas asing mulai terjadi tiga hari sebelum konser berlangsung.

Pada 21 Oktober 2026, tercatat sekitar 1.000 WNA datang ke Indonesia. Jumlah tersebut meningkat menjadi 4.700 orang pada 22 Oktober dan mencapai puncaknya sebanyak 10.000 orang pada 23 Oktober.

Sementara pada hari konser, jumlah kedatangan pelintas asing masih tinggi, yakni mencapai 9.700 orang.

"Kami mencatat tren lonjakan pelintas asing, terutama di H-3 konser. Lonjakan kedatangan WNA tercatat sebanyak 1.000 orang pada 21 Oktober, 4.700 orang pada 22 Oktober, dan mencapai puncaknya pada 23 Oktober dengan 10.000 orang per hari," kata Hendarsam dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).

Selain meningkatkan mobilitas pengunjung, konser musik dan kegiatan olahraga berskala besar juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah penyelenggara.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya mengungkapkan, konser Ye dan Jakarta Running Festival (JRF) 2026 menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp625 miliar bagi Jakarta.

Konser Kanye West menyumbang sekitar Rp450 miliar, sedangkan Jakarta Running Festival berkontribusi sekitar Rp175 miliar.

"Ye kurang lebih Rp450 miliar, kemudian Jakarta Running Festival Rp175 miliar, kalau dijumlahkan kurang lebih Rp625 miliar," ujar Pramono di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Dengan masih berlangsungnya berbagai agenda internasional hingga Desember, Kementerian Pariwisata yakin target 16 juta kunjungan wisman sepanjang 2026 dapat tercapai, bahkan berpeluang terlampaui.

"Di Januari sampai Desember, 16 juta target itu akan kita capai, optimistis mungkin lebih dari 16 juta," pungkas Ni Luh Puspa.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut