Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Planetarium Jakarta Diserbu Pengunjung di Akhir Masa Libur Tahun Baru 2026
Advertisement . Scroll to see content

5 Keindahan Gunung Semeru Sebelum Erupsi, Ternyata Masih Menyimpan Jejak Kolonial

Selasa, 07 Desember 2021 - 17:57:00 WIB
5 Keindahan Gunung Semeru Sebelum Erupsi, Ternyata Masih Menyimpan Jejak Kolonial
Keindahan destinasi wisata di Gunung Semeru (Foto: [email protected])
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pesona keindahan alam yang ada di Gunung Semeru selalu menjadi incaran bagi para pendaki. Ya, Semeru dikenal memiliki danau yang cantik seperti Ranu Kumbolo, kebun teh peninggalan Belanda, dan masih banyak lagi.

Pada Sabtu (4/12/2021), Gunung Semeru meletus mengeluarkan abu vulkanik yang dahyat. Beberapa tempat wisata di Gunung Semeru tertutup dengan abu.

Sebelum Gunung Semeru meletus, keindahan pemandangan alamnya dikenal hingga mancanegara. Penasaran seperti apa keindahan pemandangan alam yang ada di Gunung Semeru? Berikut ulasannya dirangkum pada Selasa (7/12/2021).

1. Ranu Kumbolo

Jika ke Semeru belum lengkap tanpa mengunjungi Danau Ranu Kumbolo. Danau ini menjadi tempat pemberhentian bagi para pendaki Gunung Semeru. Berada di danau ini, traveler akan takjub dengan keindahannya.

Bahkan, tak sedikit traveler yang bermalam di pinggir danau dengan mendirikan tenda. Ketika pagi, Anda dapat melihat pemandangan matahari terbit di antara dua bukit yang mengelilingi Ranu Kumbolo. Saat malam, Anda akan melihat gugusan bintang yang memancarkan sinar. Ranu Kumbolo adalah danau air tawar yang sering menjadi tempat transit bagi para pendaki Gunung Semeru. Terletak di ketinggian 2.400 mdpl.

2. Tanjakan Cinta

Berwisata sambil berkemah di Ranu Kumbolo, jangan lewatkan untuk menjelajahi tanjakan cinta yang berada di sebelah barat Ranu Kumbolo. Tanjakan ini merupakan jalur perbukitan untuk menuju puncak gunung. 

Tanjakan ini menyimpan mitos, yaitu siapa saja yang terus berjalan naik sambil memikirkan pasangannya tanpa menoleh ke belakang akan memiliki akhir cinta yang bahagia. Tetapi jika Anda menoleh ke belakang, akan berakhir putus cinta. Mitos ini berkembang dari kisah seorang pasangan yang pernah mendaki tanjakan ini. Saat sang laki-laki sedang asyik berjalan sambil berfoto, pasangan perempuannya yang berjalan di belakang ternyata kelelahan dan tiba-tiba pingsan. Perempuan tersebut jatuh terguling hingga akhirnya tewas.

3. Edelweiss Kalimati

Edelweiss juga bisa ditemukan di Gunung Semeru lho. Bunga ini dianggap sebagai taman atau bunga abadi oleh masyarakat Tengger yang bermukim di dalam dan sekitar kawasan hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Dulu, edelweiss tumbuh cukup banyak dijumpai di ladang-ladang masyarakat Tengger yang berada pada ketinggian lebih dari 1.500 MDPL. 

Kemudian, kawasan Ranu Kumbolo dan lainnya, menjadi spot terbaik yang bisa digunakan untuk melihat hamparan bunga-bunga edelweiss. Selain itu, lokasi untuk menemukan hamparan bunga edelweiss di gunung ini bisa dijumpai di Kalimati, yang merupakan batas akhir melakukan pendakian.

4. Air Terjun Tumpak Sewu

Air Terjun Tumpak Sewu berada di kaki Gunung Semeru yang notabene sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa. Tumpak Sewu hampir mirip dengan air terjun yang ada di Kecamatan Pujon, Malang yaitu Air Terjun Grojogan Pitu.

Air Terjun Tumpak Sewu memiliki daya pikat tersendiri dibandingkan air terjun lainnya, yaitu memiliki banyak sumber mata air. Julukan Tumpak Sewu adalah Air Terjun Nirwana, karena air yang mengalir ke bawah meliuk cantik.

Deburan air yang menghantam tebing-tebing menghasilkan bunyian alami menyejukan. Belum cukup dengan keindahan itu, traveler juga akan dimanjakan dengan pemandangan air terjun yang berbentuk setengah lingkaran dengan pepohonan yang rimbun. Terlihat hijau dan asri, sehingga tempat ini menjadi spot terbaik untuk swafoto.

5. Kebun Teh Kertowono

Destinasi wisata yang terakhir ada Kebun Teh Kertowono yang berada di lereng Gunung Semeru. Berada di sini, wisatawan dapat menikmati hamparan teh berlatarkan Gunung Semeru dan Gunung Bromo.

Perkebunan Teh Kertowono terletak di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Kebun teh ini berada di ketinggian 500-4000 mdpl. Keunikan dari kebun teh ini adalah karena merupakan peninggalan Zaman Belanda dan sudah ada sejak 1910. Kini pengelolaannya diatur oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII. Meski sudah berusia lebih dari seabad, sejumlah jejak kolonial masih bisa ditemukan di sini. Di sekitar kawasan perkebunan, wisatawan dapat melihat beberapa bangunan peninggalan Belanda. Bentuknya masih utuh dan berdiri kokoh.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut