5 Keunikan Perayaan Natal di Dunia, Ada Pohon Natal dari Pisang
JAKARTA, iNews.id - Perayaan Natal menjadi momen paling ditunggu bagi umat Kristen di seluruh dunia. Sejumlah persiapan sudah dilakukan untuk merayakan momen spesial ini. Dalam memperingati hari kelahiran Yesus Kristus, tiap-tiap negara merayakannya dengan cara berbeda.
Banyak cara yang dilakukan dalam proses perayaan Natal. Ada yang unik, bahkan sudah menjadi tradisi. Ingin tahu apa saja kemeriahan perayaan Natal yang dilakukan di tiap-tiap negara? Berikut ulasan yang dirangkum iNews.id, Senin (24/12/2018).
1. India
Sangat sulit mencari pohon cemara di India yang dijadikan sebagai pohon Natal. Apalagi umat Kristiani di India bukanlah mayoritas, sehingga ketersediaan perlengkapan Natal sangat minim. Sebagai pengganti pohon cemara, umat Kristiani di India menggunakan pohon pisang atau mangga untuk membuat Pohon Natal.
2. Yunani
Cara berbeda dilakukan masyarakat Yunani dalam merayakan Natal bukanlah Pohon Natal dengan gemerlap lampu dan hiasan yang dipajang. Melainkan mangkok berisi air dengan salib di tengahnya. Rangkaian daun kemangi di bibir mangkok dibuat menjuntai menyentuh air. Setiap hari si pemilik rumah akan memercikkan daun kemangi itu ke seluruh sudut rumah dengan maksud mengusir roh-roh jahat yang ada dan mempersiapkan rumah mereka untuk kedatangan sang 'juru selamat'.
3. Irak
Umat Nasrani di Irak merayakan Natal dengan kebersamaan. Ketika berkumpul di malam Natal, akan diceritakan kisah tentang kelahiran Yesus Kristus. Pada saat itu, semua yang hadir saling bergandengan tangan dan menyalakan lilin. Usai cerita, acara dilanjutkan dengan pembakaran duri dari ranting dan semak. Apabila seluruh semak terbakar habis menjadi abu, mereka meyakini, keberuntungan akan menghampiri di malam Tahun Baru. Setelah api padam, seluruh orang yang hadir akan melompat di atas abu sebanyak tiga kali sambil berdoa dengan harapan yang kuat agar doa dikabulkan.
4. Norwegia
Masyarakat Norwegia percaya di malam Natal, semua roh jahat dan kekuatan sihir hitam akan keluar dan berkeliaran di pemukiman warga. Oleh karena itu, setiap malam Natal seluruh warga akan menyembunyikan sapu agar tidak ditemukan oleh sang nenek sihir dan dia tidak dapat menggunakan sihirnya. Para pria berjaga dan menembakkan senjata ke arah langit. Hal itu bertujuan agar kekuatan jahat yang berada di sekitar akan menyingkir jauh dan tidak bisa memasuki rumah warga.
5. Australia
Biasanya Natal bertepatan dengan musim dingin, namun di Australia justru jatuh pada musim panas. Inilah sebabnya perayaan Natal di Australia banyak diselenggarakan di ruang terbuka, seperti kolam renang dan pantai. Untuk menambah keceriaan Natal, diadakan dua lomba yang sakral bagi warga Australia, yaitu kriket dan lomba Dayung di Sydney. Sering kali pesta keceriaan Natal ini digelar hingga lewat tengah malam.
Editor: Tuty Ocktaviany