7 Air Terjun Terindah di Lumajang, Nomor 4 Ada Pelanginya
JAKARTA, iNews.id - Ada banyak destinasi menarik di Lumajang yang bisa dijelajahi wisatawan. Lumajang menjadi salah satu kota di Jawa Timur yang terdapat banyak wisata alam seperti pegunungan, danau dan air terjun.
Di Lumajang, wisata yang paling sering dikunjungi adalah air terjun karena jumlahnya cukup banyak.
Kali ini, iNews.id akan ulas beberapa air terjun di Lumajang dengan pemandangan paling memesona. Berikut ulasannya dirangkum pada Selasa (24/11/2020).
1. Air Terjun Antrukan Pawon
Air terjun yang terletak di Desa Wangkit, Kecamatan Gucialit ini bisa dikatakan wisata baru karena belum banyak yang tahu. Maka itu, lokasi wisata ini terlihat sangat bersih dengan air yang jernih.
2. Air Terjun Kapas Biru
Lokasi wisata ini sangat menantang untuk didatangi karena memiliki puluhan anak tangga dari beton. Untuk mencapai kawasan air terjun Kapas Biru, pengunjung diharapkan mempersiapkan fisik yang prima dan perbekalan yang banyak.
3. Air Terjun Tumpak Sewu
Air terjun ini terletak di Desa Sidomulyo Kecamatan Pronojiwo. Keistimewaan air terjun Tumpak Sewu yakni punya seribu aliran atau dalam bahasa Jawa adalah 'Sewu'. Karena itu, nama air terjun ini dinamakan Tumpak Sewu.
4. Air Terjun Kabut Pelangi
Terletak di Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, nama air terjun Kabut Pelangi dilatarbelakangi oleh penampakan Pelangi di sekitar air terjun tersebut. Inilah yang paling diincar pengunjung untuk dijadikan spot swafoto.
5. Air Terjun Watu Lapis
Meski akses menuju air terjun Watu Lapis kurang begitu bagus, tapi tempat ini menyimpan panorama indah yang dihiasi banyak pohon rindang.
6. Air Terjun Coban Sriti
Air terjun Coban Sriti berada di kaki
Gunung Kukusan Sriti dan terletak di Desa Pronojiwo Kecamatan Pronojiwo. Keindahan air terjun terlihat dari ketinggiannya dan terbelah menjadi dua aliran yang simetris.
7. Air Terjun Trap Sewu
Air terjun Trap Sewu terletak di Desa Bodang, Kecamatan Padang. Nama Trap Sewu diambil dari jumlah tangga yang menuju tempat wisata tersebut.
Editor: Vien Dimyati