Ada Bon Odori di Jak-Japan Matsuri 2026, Bisa Bikin Ondel-Ondel Mini Juga!
JAKARTA, iNews.id – Pencinta budayaJepang bisa menyaksikan kembalinya Bon Odori di Jak-Japan Matsuri (JJM) 2026 setelah tiga tahun absen. Tak hanya menikmati tarian tradisional Negeri Sakura, pengunjung juga bisa mencoba berbagai aktivitas budaya Indonesia, termasuk membuat miniatur ondel-ondel, membatik, hingga membuat wayang.
Jak-Japan Matsuri 2026 akan digelar selama dua hari, Sabtu (31/10/2026) dan Minggu (1/11/2026), di Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Festival ini menghadirkan beragam kegiatan yang mempertemukan budaya Jepang dan Indonesia, mulai dari pertunjukan tradisional hingga aktivitas interaktif untuk berbagai kalangan.
Duta Besar Jepang untuk Indonesia sekaligus Penasihat Kehormatan Panitia Pelaksana JJM 2026, Atsushi Ueno, mengatakan festival tahun ini memberikan lebih banyak kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal budaya kedua negara secara langsung.
“Kami menghadirkan lebih banyak program yang memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk merasakan secara langsung budaya kedua negara, khususnya budaya tradisional Jepang,” ujar Ueno dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Senin (26/10/2026).
Salah satu yang menjadi perhatian adalah Bon Odori, tarian tradisional Jepang yang identik dengan festival musim panas dan tradisi penghormatan kepada leluhur. Setelah tiga tahun tidak hadir, tarian ini kembali menjadi bagian dari rangkaian Jak-Japan Matsuri.
Selain Bon Odori, pengunjung dapat menyaksikan mikoshi atau tandu kuil yang menjadi bagian dari festival tradisional Jepang. Panggung utama juga akan menampilkan pertunjukan seniman alat musik tradisional Jepang dan band Betawi.
Tak hanya menyaksikan pertunjukan, pengunjung Jak-Japan Matsuri 2026 juga dapat mengikuti kegiatan yang memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Salah satunya membuat miniatur ondel-ondel, ikon kesenian Betawi yang identik dengan boneka berukuran besar dalam pertunjukan tradisional Jakarta.
Ada pula aktivitas membatik dan membuat wayang. Melalui kegiatan tersebut, pengunjung bisa mengenal kesenian Indonesia sekaligus mencoba proses kreatif yang menjadi bagian dari tradisi Nusantara.
Sementara itu, budaya Jepang akan diperkenalkan melalui permainan igo dan karuta. Igo merupakan permainan strategi menggunakan papan dan batu permainan, sedangkan karuta adalah permainan kartu tradisional Jepang yang menguji kemampuan mendengarkan dan mengenali kartu.
Ragam aktivitas tersebut diharapkan menjadi sarana pertukaran budaya yang menyenangkan. Pengunjung tidak hanya mengenal tradisi dari penampilan di panggung, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan unsur budaya yang diperkenalkan.
Bagi penggemar budaya populer Jepang, Jak-Japan Matsuri 2026 juga menghadirkan area foto bersama karakter anime populer berukuran seukuran manusia. Area ini menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen selama festival.
Pengunjung juga dapat mendatangi area Travel Japan untuk mengenal berbagai destinasi dan keunikan wilayah di Jepang. Informasi yang disajikan dapat memberikan gambaran mengenai daya tarik daerah-daerah di Negeri Sakura.
Kehadiran budaya populer dan informasi wisata melengkapi kegiatan tradisional yang menjadi bagian dari festival tahun ini. Panitia juga berupaya memperhatikan kenyamanan pengunjung, termasuk kebutuhan selama mengikuti acara dan pilihan makanan.
Jak-Japan Matsuri 2026 tetap mengusung tema “Indonesia and Japan Always Together”, yang telah digunakan sejak festival ini pertama kali diselenggarakan pada 2009.
Ueno mengatakan tema tersebut mencerminkan semangat Indonesia dan Jepang untuk terus bekerja sama dan melangkah bersama dalam berbagai keadaan.
Dia berharap festival ini dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat dari berbagai generasi untuk semakin mengenal budaya kedua negara. Menurut dia, hubungan antarmasyarakat memiliki peran penting dalam menjaga persahabatan dan rasa saling percaya.
“Pertukaran antarmasyarakat merupakan landasan untuk meneruskan persahabatan dan rasa saling percaya antara Indonesia dan Jepang kepada generasi mendatang,” ujar Ueno.
Melalui kembalinya Bon Odori, pertunjukan musik tradisional, permainan budaya, hingga aktivitas membuat miniatur ondel-ondel, Jak-Japan Matsuri 2026 menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk mengenal tradisi Jepang dan Indonesia dalam satu perayaan.
Editor: Muhammad Sukardi