Antisipasi Tren Liburan Balas Dendam, CHSE Dioptimalkan
JAKARTA, iNews.id - Selama masa pandemi Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Masyarakat diminta untuk berada di rumah. Bahkan, untuk melakukan perjalanan wisata belum bisa dilakukan.
Namun kini, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan baru yaitu Jawa dan Bali sudah berada di level 2-4. Dengan adanya keputusan tersebut, muncul tren baru yaitu travel revenge atau liburan balas dendam.
Ryan Tirta, Chief Sales & Marketing Officer Enesis Group mengatakan, selama 2 bulan Jawa dan Bali mengalami PPKM darurat. Kebijakan Pemerintah terbaru memutuskan Jawa dan Bali sudah berada di level 2-4.
Akibat kelamaan di rumah saja, maka muncul keinginan ‘balas dendam’ dengan melakukan perjalanan keluar rumah. Kegiatan ini untuk mengganti suasana dengan melakukan staycation.
“Keinginan masyarakat untuk kembali berwisata pasti sangat besar (pent-up demand) setelah lama di rumah saja. Ini baik untuk pemulihan ekonomi dan pariwisata tapi kita tetap harus waspada, jangan sampai malah justru meningkatkan jumlah penularan Covid-19 nantinya," ujar Ryan melalui keterangannya belum lama ini.
Dia menjelaskan, untuk mendukung kegiatan perjalanan wisata, traveler harus menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya tetap menyiapkan long stay kit berupa masker, antis, hingga amunizer vitamin herbal.
Persiapan ini menjadi kebutuhan wajib di masa pandemi Covid-19. Maka itu, diluncurkan Program Long Stay & VACcation Rewards oleh Enesis Group dan
tiket.com. Program ini merupakan salah satu langkah nyata guna mendukung program pemerintah, yaitu penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment).
"Persiapan ini berfungsi mencegah tubuh terpapar virus, meningkatkan daya tahan tubuh, karena walaupun sudah vaksin, tubuh tetap perlu asupan vitamin lengkap. Harapannya dengan kit ini bisa memberikan perlindungan ekstra selama di hotel,” ujar Ryan
Cisyelya Bunyamin, VP of Accommodation, tiket.com mengatakan, long stay kit menjadi kebutuhan wajib untuk longstay setelah berpulang dari perjalanan antarkota, antar wilayah, bahkan antarnegara.
"Kami berharap program ini memiliki kontribusi bagi program pemerintah dalam menerapkan protokol kebersihan dan kesehatan di properti destinasi wisata, serta dapat menjadi solusi perjalanan yang diandalkan oleh masyarakat Indonesia," kata Cisyelya.
Dedi Kurnia, Koord. Strakom dan Kemitraan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan, dalam upaya pemulihan sektor parekraf dilakukan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE. Kemenparekraf mendorong program vaksinasi bagi para pelaku usaha parekraf yang dilaksanakan secara menyeluruh mulai dari pelayan dan pemilik hotel, pekerja restoran, tour guide dan stakeholders.
"Untuk itu pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri, kolaborasi dengan pemangku kepentingan akan memberikan dampak yang lebih optimal.
Editor: Vien Dimyati