Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Liburan ke Korea Selatan Makin Mudah, QRIS Bisa Dipakai Mulai April 2026!
Advertisement . Scroll to see content

Bali Jadi Destinasi Workcation Favorit Wisatawan Mancanegara

Senin, 18 Januari 2021 - 15:29:00 WIB
Bali Jadi Destinasi Workcation Favorit Wisatawan Mancanegara
Bali jadi destinasi Workcation Favorit (Foto: Workcations)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Selama masa pandemi Covid-19 bekerja sambil liburan di beberapa destinasi wisata diganderungi banyak wisatawan. Aktivitas tersebut biasa dinamakan workcation

Workcation didefinisikan sebagai aktivitas berlibur selama beberapa hari yang dilakukan sambil tetap mengurus pekerjaan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyoroti tren workcation atau kini dikenal dengan istilah digital nomad. Sandiaga Uno tak menampik, Bali menjadi salah satu destinasi workcation favorit bagi wisatawan mancanegara.

"Saya mendapat kabar dari salah satu kantor multilateral agency yang terkenal, bahwa 80% dari pegawai ekspatriatnya memutuskan untuk tinggal di Bali, dan bekerja sebagai remote working. Ini menurut saya harus kita sikapi baik-baik.  Setiap kegiatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mengacu pada hukum pada dan perundangan-undangan yang berlaku," kata Sandiaga.

"Kami menyambut mereka. Tapi kita sedang dalam keadaan yang betul-betul prihatin. Oleh karena itu, kita jangan terpecah belah dengan isu-isu yang bisa menimbulkan pro kontra. Mari kita sama-sama membangkitkan kembali sektor parekraf. Tentunya setelah dari sisi kesehatannya kita pulih dari Covid-19," katanya.

Di sela ramainya aktivitas workcation, belum lama ini juga terdapat seorang turis bernama Kristen Gray yang mendapat perundungan. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memberi tanggapan terkait kasus yang merundung seorang turis asing bernama Kristen Gray. Hal ini bermula dari cuitannya yang mengajak orang asing pindah ke Bali di masa pandemi Covid-19.

Unggahan itu ternyata menuai pro dan kontra di tengah masyarakat Indonesia. Sejumlah netizen menyebut tindakan Kristen dikhawatirkan dapat memicu gentrifikasi, kondisi di mana terjadinya perubahan sosial budaya di suatu wilayah akibat penduduk kaya membeli properti perumahan di permukiman yang kurang makmur.

Apalagi Kristen menyisipkan tutorial khusus bagi Warga Negara Asing (WNA) yang tertarik untuk hijrah ke Bali pada paket buku elektronik yang dijualnya. Tutorial ini termasuk cara menyambangi Indonesia di tengah pandemi Covid-19, serta menyediakan link khusus kepada para pembaca untuk terhubung dengan sebuah agen yang nantinya akan mengurus visa mereka.

Kristen Gray juga dituding melanggar sejumlah aturan yang telah diterapkan pemerintah Indonesia. Salah satunya lalai membayar pajak. Padahal, selama kurang lebih satu tahun menetap di Bali, Kristen dan pasangannya diketahui bekerja meski visa yang mereka gunakan adalah visa wisata.

Terkait hal ini, Menparekraf Sandiaga Uno menegaskan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sangat mengapresiasi bila banyak wisatawan asing menganggap Bali sebagai tujuan wisata kelas dunia. Namun dia menekankan, Indonesia adalah negara hukum, dan seluruh wisatawan mancanegara maupun nusantara harus mematuhi seluruh peraturan yang ada.

"Kita juga harus pastikan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara selalu taat protokol kesehatan Covid-19 dan taat semua proses yang berkaitan pemulihan Covid-19, serta mematuhi hukum dan perundangan-perundangan yang berlaku," ujarnya saat dihubungi MNC Portal melalui pesan singkat, Senin (18/1/2021).

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut