Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cerita Penumpang Pesawat Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Batal Terbang dari Soetta ke Pekanbaru
Advertisement . Scroll to see content

Bandara Soetta Kembali Ditutup hingga 18.00 WIB Hari Ini Imbas Erupsi Anak Krakatau

Senin, 07 September 2026 - 11:39:00 WIB
Bandara Soetta Kembali Ditutup hingga 18.00 WIB Hari Ini Imbas Erupsi Anak Krakatau
Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten (dok. Bandara Soetta)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id — Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali menghentikan sementara seluruh operasional penerbangan pada Senin, 7 September 2026. Penutupan dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap keselamatan penerbangan.

Melalui akun resmi @soekarnohattaairport, pengelola bandara menyampaikan operasional penerbangan dihentikan hingga pukul 18.00 WIB.

"Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional penerbangan sampai pukul 18.00 WIB," ungkap pengelola Bandara Soetta, dikutip Senin (7/9/2026).

Penumpang diminta tidak langsung datang ke bandara sebelum memastikan status penerbangannya. Pengguna jasa diimbau mengecek kembali jadwal dan status penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai.

Sementara untuk informasi kebandarudaraan, masyarakat dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports 172.

Penutupan ini merupakan kelanjutan dari gangguan operasional yang terjadi sehari sebelumnya.  Pada Minggu, 6 September 2026, Bandara Soekarno-Hatta juga sempat menghentikan operasional penerbangan akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pada awalnya, operasional Soetta dihentikan pada dini hari. Penutupan kemudian diperpanjang hingga pagi setelah hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area bandara.

Dampaknya cukup besar terhadap penerbangan. Data InJourney Airports yang dikutip ANTARA mencatat 209 pergerakan penerbangan yang terjadwal di Bandara Soekarno-Hatta terdampak pada 6 September 2026.

Sejumlah laporan juga menyebut pembatalan penerbangan mencakup rute domestik maupun internasional. Gangguan ini terjadi karena abu vulkanik dapat membahayakan operasional pesawat, terutama jika masuk ke mesin atau mengganggu sistem dan jarak pandang penerbangan.

Secara lebih luas, dampak erupsi Anak Krakatau tidak hanya dirasakan di Soekarno-Hatta. Sejumlah bandara lain di Pulau Jawa dan Sumatra juga mengalami penghentian atau pembatasan operasional akibat sebaran abu vulkanik.

Reuters melaporkan, hingga Senin pagi, terdapat delapan bandara di Indonesia yang terdampak penutupan akibat abu vulkanik Anak Krakatau, termasuk Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma. Secara keseluruhan, sekitar 170 ribu penumpang terdampak gangguan penerbangan.

Kondisi ini menunjukkan dampak erupsi Anak Krakatau telah meluas ke sektor transportasi udara. Abu vulkanik yang terbawa angin dapat menyebar jauh dari sumber erupsi dan mengganggu jalur penerbangan.

Karena itu, penutupan bandara dilakukan sebagai langkah keselamatan. Pengoperasian kembali penerbangan akan sangat bergantung pada kondisi abu vulkanik di sekitar wilayah bandara serta hasil pemantauan otoritas penerbangan.

Untuk Senin 7 September, Soekarno-Hatta dijadwalkan kembali menghentikan operasional hingga pukul 18.00 WIB. Namun, penumpang tetap diminta memantau perkembangan karena jadwal penerbangan dapat berubah mengikuti kondisi terbaru.

Masyarakat yang memiliki penerbangan dari maupun menuju Soekarno-Hatta juga diminta tidak hanya mengandalkan informasi dari bandara. Pastikan status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju terminal.

Pengelola Bandara Soekarno-Hatta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat penghentian operasional tersebut. Langkah ini dilakukan demi mengutamakan keselamatan penerbangan di tengah meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut