Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mimpi Prabowo Ingin Anak-Anak Petani Jadi Insinyur hingga Jenderal 
Advertisement . Scroll to see content

Bekerja Jadi Petani di 5 Negara Ini Bisa Kaya Raya, Ini Alasannya

Rabu, 11 Mei 2022 - 17:03:00 WIB
Bekerja Jadi Petani di 5 Negara Ini Bisa Kaya Raya, Ini Alasannya
Profesi petani di berbagai negara yang bergengsi (Foto: Nypost)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menjadi seorang petani merupakan salah satu pekerjaan yang sangat mulia. Sebab, petani berjasa dalam menanam hasil perkebunan hingga sawah. 

Hasil yang diolah petani dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Lantas, apa jadinya jika tidak ada petani di dunia ini? Ya, petani berjasa dalam menanam mengurus hingga memanen hasil perkebunan atau pesawahan. 

Akan tetapi di Indonesia, profesi sebagai petani sebagian masih dipandang sebelah mata. Bahkan, hasil penjualan kebun yang didapat dihargai tak terlalu tinggi. Kekhawatiran ini sempat disinggung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menyebut, lulusan pertanian banyak yang memilih bekerja sebagai pegawai bank.

Namun, tahukah Anda beberapa negara malah menjadikan petani sebagai profesi yang membanggakan. Bahkan penghasilannya bisa berkali-kali lipat, maka tak heran anak-anak muda di negara-negara ini banyak yang berminat menjadi petani.

Dirangkum pada Rabu (11/5/2022), berikut ini lima negara yang menjadikan petani sebagai profesi menarik untuk anak muda dan menjadikan kaya raya.

1. Belanda

Para petani di Belanda terbilang sangat kaya raya, per bulannya sedikitnya bisa mencapai Rp14 juta. Bahkan negeri Kincir Angin ini menjadi negara kedua terbesar dengan tingkat ekspor hasil pertaniannya.
 
Majunya pertanian di Belanda dipengaruhi dengan beberapa faktor, salah satunya adalah mereka menggunakan sistem modern, sehingga memudahkan para petani dan bercocok tanam.

2. Amerika Serikat

Selanjutnya adalah Amerika Serikat, para petani makmur, serta sejahtera. Tak hanya itu saja, anak-anak muda di negeri Paman Sam tersebut juga banyak yang berminat menjadi petani.

Bagaimana tidak, menjadi petani di Amerika Serikat cukup menjanjikan. Terlebih teknologi di sana juga sangat maju, sehingga membantu dan memakmurkan para petani agar semakin semangat dalam bercocok tanam, serta menghasilkan hasil ladang yang terbaik.

3. China

Kemudian ada China yang masuk dalam negara makmur dalam sektor pertanian. Termasuk anak-anak mudanya yang tak sedikit berminat terjun ke dunia tersebut. Bahkan, lulusan non petani pun banyak yang berbondong-bondong, menggeluti profesi ini.

Pada 2009 lalu, China masuk ke dalam daftar yang paling tinggi pada bidang pertanian. Penghasilan yang didapat para petani di China sedikitnya bisa mencapai Rp9 juta per bulan. Maka tak heran mereka begitu makmur, ditambah lagi pemerintah setempat sangat mendukung kesejahteraan para petani ini.

4. Jepang

Jepang juga termasuk negara yang sangat menghargai dan menjunjung tinggi para petani. Salah satu desa yang sebagai penghasil petani terbesar di negara ini, yaitu Desa Kawakami.

Penghasilan para petani di Jepang disebut-sebut bisa mengalahkan gaji karyawan kantoran. Di mana penghasilannya bisa mencapai 25 juta Yen atau setara dengan Rp2 miliar, lho.

5. Australia

Rupanya jadi petani di Australia menjadi profesi yang sangat terpandang. Maka tak heran, jika Anda menjumpai anak-anak muda yang memilih jadi petani di negeri Kangguru ini.

Selain didukung teknologi yang sangat tinggi, ekspor petani di Australia juga sangat mumpuni. Serta dua per tiga atau sekitar 485 juta hektare tanah Australia, sengaja dibuka untuk sektor pertanian.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut