Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bali Dinobatkan Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026, Kalahkan Paris dan Roma
Advertisement . Scroll to see content

Bintan Siap Terapkan Protokol Kesehatan Sambut New Normal Pariwisata

Rabu, 10 Juni 2020 - 15:05:00 WIB
Bintan Siap Terapkan Protokol Kesehatan Sambut New Normal Pariwisata
Bintan siapkan new normal pariwisata (Foto : Kemenparekraf)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - New Normal baru akan menjadi gaya hidup baru bagi masyarakat ke depan. Terutama dalam bidang pariwisata. Wisatawan akan menerapkan protokol kesehatan ketika berwisata.

Selain Bali dan NTB yang menyatakan siap menerapkan new normal. Kini, Bintan, Kepulauan Riau juga siap menerapkan protokol kesehatan menyambut tatanan kenormalan baru.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menganggap sektor pariwisata di Bintan, Kepulauan Riau, sebagai salah satu destinasi yang siap menerapkan protokol kesehatan menyambut tatanan kenormalan baru.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf Rizki Handayani menjelaskan, Bintan termasuk destinasi yang siap dibuka jika Singapura sudah membuka wilayah perbatasannya. Namun untuk menghadapi hal itu, seluruh stakeholder pariwisata di Bintan harus benar-benar menyiapkan SOP dan pedoman kesehatan.

“Karena kita tahu di kawasan wisata Lagoi dan sekitarnya, SOP ini sudah diterapkan. Namun kita perlu mempersiapkan standar kesehatan untuk menyambut wisatawan agar saat mereka datang merasa aman saat berwisata di Bintan,” kata Rizki, dalam Webinar dengan tema usaha pariwisata berbasis masyarakat di Bintan dalam menghadapi kondisi new normal, Selasa (9/6/2020).

Dalam webinar tersebut, hadir sebagai narasumber, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bintan Wan Ruddy Iskandar, Founder dan Direktur INDECON Ary S. Suhandi, dan Ketua ASITA Bintan Sapril Sembiring.

Rizki Handayani mengatakan, pandemi Covid-19 memberikan dampak perubahan dari sektor pariwisata. Pertama marketnya, lalu kedua adalah destinasi itu sendiri, di mana perubahan destinasi tersebut terlihat dari sektor atraksi, akses, dan amenitas.

Dari segi market, lanjut Rizki, juga akan mengalami perubahan baik dari segi kuantitas maupun dari segmen atau kualitasnya. Sebelum pandemi Covid-19, Menteri pariwisata sudah mencanangkan sektor pariwisata ke depan bertransformasi dan menekankan pada quality tourism.

Ke depan akan ada tiga skenario berwisata, yang pertama travel defense atau mereka yang berwisata tanpa memikirkan kondisi yang saat ini terjadi, yang penting mereka berwisata.

Ini sangat mengkhawatirkan karena pandemi ini belum selesai. Kemudian travel phobia adalah yang tidak mau ke mana-mana. Kemudian travel wise, yakni traveler yang sangat memerhatikan banyak aspek dan terutama protokol kesehatan.

“Untuk itu perlu SOP sebagai pedoman dalam pengelolaan destinasi wisata. Ada untuk subjeknya, yaitu protokol bagi pekerja, wisatawan, pengelola, hingga pihak ketiga dalam hal ini tour operator atau travel agen. Kemudian objeknya di mana tidak hanya kebersihan bagaimana objek yaitu memenuhi standar keselamatan. Tidak susah menerapkannya,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bintan Wan Ruddy Iskandar menjelaskan, Bintan saat ini sudah masuk dalam zona hijau yang ini kemudian menjadi peluang untuk mengembangkan pariwisata di Bintan.

Kemenparekraf juga telah mendorong sektor parwisata di Bintan terutama yang berbasis masyarakat Community Base Tourism (CBT) untuk segera bergerak. “Kesiapan masyarakat menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Ketika dibuka namun masyarakatnya belum siap itu menjadi perhatian. Termasuk masyarakat di sekitar daya tarik wisata,” katanya.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut