Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, Liburan ke Tanjung Lesung Aman?
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Cuma Pantai, Tanjung Lesung Bakal Punya Wisata Skydiving

Senin, 05 Oktober 2026 - 11:28:00 WIB
Bukan Cuma Pantai, Tanjung Lesung Bakal Punya Wisata Skydiving
Kawasan wisata Tanjung Lesung. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tanjung Lesung selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari di Banten. Pantai, aktivitas laut, hingga suasana kawasan pesisir menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mencari suasana liburan di luar Jakarta.

Namun, pilihan aktivitas di kawasan tersebut bakal semakin beragam. Wisatawan nantinya tidak hanya bisa menikmati Tanjung Lesung dari daratan atau laut, tetapi juga dari udara lewat kegiatan skydiving atau terjun payung.

Kegiatan tersebut ditargetkan mulai bisa dinikmati wisatawan pada Desember 2026. Pengembangan wisata terjun payung ini menyusul kerja sama antara PT Banten West Java (BWJ), selaku pengelola dan pengembang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung, dengan PT Bro Skydive Indonesia.

Konsep yang disiapkan bukan sekadar aktivitas terjun dari pesawat. Lokasi skydiving nantinya akan berada di kawasan yang sudah memiliki Bandara Salakanagara Tanjung Lesung, sehingga wisatawan dapat menikmati pengalaman olahraga dirgantara sekaligus panorama kawasan pesisir dari ketinggian.

Direktur Utama PT Bro Skydive Indonesia Fanny Kusuma Dewi mengatakan, Tanjung Lesung memiliki karakter yang menarik untuk dikembangkan sebagai lokasi skydiving karena tidak hanya menawarkan pemandangan alam, tetapi juga sejumlah aktivitas wisata lainnya.

"Saya sangat optimis semua berjalan dengan baik. Karena Bro Skydive di Tanjung Lesung nanti merupakan satu-satunya dan pertama kali operator yang resmi di Indonesia dengan dropzone bertaraf internasional, yang kami yakin akan banyak didatangi oleh wisatawan mancanegara dan domestik," kata Fanny dalam keterangan resminya, Senin (5/10/2026).

Menurut dia, pengalaman skydiving di Tanjung Lesung nantinya bisa dipadukan dengan kegiatan wisata lain. Setelah menikmati aktivitas dari udara, wisatawan masih dapat melanjutkan perjalanan dengan mencoba berbagai kegiatan di kawasan tersebut.

"Jadi, begitu selesai terjun, bisa coba aktivitas wisata jetski, mancing, snorkeling, atau jelajah pulau (island hopping). Bisa kita buat jual paket," ujarnya.

Ada Landing Zone hingga Perpanjangan Runway

Untuk mendukung kegiatan tersebut, kawasan Tanjung Lesung akan menyiapkan lahan sekitar 9 hektare yang digunakan untuk mendukung aktivitas skydiving, sport aviation, dan aviation tourism.

Direktur Operasional BWJ sekaligus Kepala Bandara Salakanagara Tanjung Lesung, Kunto Wijoyo, mengatakan sejumlah fasilitas juga perlu disiapkan agar aktivitas olahraga dirgantara tersebut dapat berjalan dengan aman.

"Pekerjaan utama ialah membuat landing zone sembilan (9) hektare, kemudian perpanjangan aprone (tempat parkir pesawat), taxiway (landasan yang menghubungkan antara runway dengan fasilitas Bandara) di mana runway (landasan pacu) akan diperpanjang 200 meter agar lebih safety pendaratannya, nanti ada bangunan di dalam hanggar sebagai kantor Bro Skydive," kata Kunto.

Dengan adanya fasilitas tersebut, Tanjung Lesung nantinya tidak hanya mengandalkan wisata pantai dan bahari. Kehadiran aktivitas dari udara dapat menambah pilihan bagi wisatawan yang ingin mencoba jenis liburan yang lebih aktif.

Akses dari Jakarta Makin Mudah

Selain pilihan aktivitas, akses menjadi salah satu faktor yang dapat menentukan perkembangan destinasi wisata.

Tanjung Lesung berada di Pandeglang, Banten, dan akses menuju kawasan tersebut akan semakin terbantu dengan pembangunan Tol Serang-Panimbang. Seksi 3A Cileles-Bojong ditargetkan selesai pada November 2026, sementara keseluruhan Tol Serang-Panimbang diproyeksikan rampung pada kuartal II 2027.

Fanny mengatakan keberadaan jalan tol tersebut nantinya dapat membuat perjalanan dari Jakarta menuju Tanjung Lesung lebih mudah.

"Waktu tempuh dari Jakarta ke Tanjung Lesung diyakini hanya sekitar 2–2,5 jam," kata Fanny.

Jika akses tersebut semakin lancar, wisatawan dari Jakarta dan sekitarnya berpotensi memiliki lebih banyak pilihan untuk menjadikan Tanjung Lesung sebagai tujuan perjalanan singkat.

Sementara itu, Direktur Utama BWJ Poernomo Siswoprasetijo berharap pengembangan aktivitas sport tourism tersebut tidak hanya memberikan pilihan rekreasi baru, tetapi juga mendorong minat generasi muda terhadap olahraga dirgantara.

"Semoga perjanjian (kerja sama) hari ini bisa menjadi langkah ke depan yang baik. Sehingga semua yang telah direncanakan untuk pengembangan skydiving di Tanjung Lesung bisa cepat terwujud," ujar Poernomo.

Dia menilai keberadaan Bandara Salakanagara, akomodasi, serta berbagai aktivitas wisata di sekitar kawasan dapat mendukung pengembangan sport tourism sekaligus menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

Pihak Bro Skydive menargetkan fasilitas tersebut dapat mulai beroperasi pada minggu kedua Desember 2026, atau sebelum periode libur akhir tahun.

Dengan begitu, ketika musim liburan tiba, Tanjung Lesung berpotensi menawarkan pengalaman yang berbeda, yaitu menikmati pesisir dari daratan, menjelajahi laut, sekaligus melihat panorama Banten dari ketinggian.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut