Danau Kaco Tersembunyi di Taman Nasional Kerinci, saat Purnama Tampak Menyala
JAKARTA, iNews.id - Berada di pesisir timur bagian tengah Pulau Sumatera, Jambi memiliki destinasi wisata yang tak kalah indah dari provinsi lainnya. Salah satunya Taman Nasional Kerinci Seblat. Tempat ini menjadi taman nasional terbesar di Sumatera yang diisi oleh flora dan fauna.
Di dalam Taman Nasional Kerinci Seblat juga ada surga tersembunyi lainnya, yaitu Danau Kaco. Danau dengan air jernih di antara rindangnya pepohonan yang menutupi. Saking jernihnya, Anda bisa melihat dasar danau.
Dikelilingi pepohonan yang sangat asri serta udara sejuk, Danau Kaco bisa jadi tempat melepas penat. Anda bisa berendam dengan berdiri di atas pohon besar yang melintang di tengah danau.
Berada di ketinggian 1.289 mdpl, ukuran Danau Kaco cenderung kecil, sekitar 30 x 30 meter. Namun, pemandangan danau ini sangat indah. Kedalaman Danau Kaco hingga kini masih menjadi misteri. Anda bisa menyaksikan secara langsung ribuan ikan semah di dalam danau.
Pada malam hari, kecantikan Danau Kaco kian memesona. Apalagi, saat datang bulan purnama. Cahaya bulan yang terang akan menyinari dasar air, membuat danau ini seperti menyala. Banyak wisatawan yang berkemah di dekat Danau Kaco saat bulan purnama tiba.

"Kerinci punya danau semantul ini. Tapi kalo kamu mau ke sini harus masuk hutan, melewati lembah, sungai, trek berlumpur, dan pijakan licin. Jadi, harus berhati-hati. Ayo dolan ke sini. Danau Kaco ini terletak di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat yang masih sangat asri. Tempat ini dikelilingi oleh rindangnya pepohonan yang rimbun dan hijau," tulis @ayodolan, dikutip Kamis (30/5/2019).
Untuk menikmati keindahannya, Anda harus melakukan perjalanan cukup melelahkan karena letaknya jauh dari pusat Kota Jambi. Dari kota, arahkan tujuan menuju Sungai Penuh yang berjarak 500 km. Dari sana, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Lumpur dengan waktu 45 menit.
Dari Desa Lumpur, petualangan mengunjungi Danau Kaco dimulai. Untuk memasuki Taman Nasional, Anda harus berjalan kaki menyusuri hutan selama kurang lebih empat jam. Fasilitasnya masih minim. Bagi yang ingin berkemah harus membawa perlengkapan, peralatan, dan logistik sendiri.
Editor: Vien Dimyati